TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perdagangan Perdana, Saham ITIC Melonjak 50 Persen

Busthomi
4 July 2019 | 11:06
rubrik: Capital Market
Lepas 33,33% Saham ke Pubik, Satria Mega Tawarkan Harga Rp165

Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) mencatatkan saham perdananya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dalam perdagangan perdananya, saham ITIC melonjak 50 persen ke posisi Rp330 dari harga sebelumnya di level Rp110 per saham.

Direktur Utama PT Indonesian Tobacco Tbk, Djonny Saksono menyebut, dalam proses IPO itu, perseroan melepas sebanyak 274.060.000 lembar saham di IPO ini. Besaran lembar tersebut setara dengan 29,13% dari modal disetor dan ditempatkan penuh, dengan harga Rp 219,00 per saham, sehingga dana yang berhasil dihimpun adalah sebesar Rp 60.019.140.000,00.

“Dana yang diperoleh dari IPO ini, seluruhnya akan digunakan untuk pembelian bahan baku daun tembakau. Perseroan pun menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai Lead Underwriter,” ujar dia di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dengan menggelar pencatatan saham perdana ini, perseroan menjadi perusahaan ke-19 yang melantai di Bursa pada tahun 2019. Perseroan merupakan perusahaan pengolahan tembakau iris pertama yang listing di BEI.

Pencatatan perdana saham ITIC ini disambut baik oleh masyarakat, dimana sesuai dengan laporan hasil penawaran umum yang telah dilakukan pada tanggal 25 sampai 28 Juni 2019 lalu. “Permintaan saham perseroan mengalami oversubscribed lebih dari 165 kali,” ujar dia.

Dengan IPO ini, kata dia, perseroan optimis dapat mengembangkan bisnis secara luas. Kapasitas pendanaan yang bertambah akan sejalan dengan persediaan daun tembakau (bahan baku utama) yang meningkat.

Hal ini, lanjut dia, dapat mempengaruhi utilitas produksi, mengingat daun tembakau harus melalui tahapan dan waktu yang cukup lama sampai menjadi siap digunakan dalam proses pembuatan produk.

“Selain dapat memenuhi permintaan yang meningkat karena bertambahnya utilitas produksi dan meluasnya pengenalan produk perusahaan melalui IPO ini, Perseroan juga akan mengembangkan bisnis dengan menciptakan varian baru untuk terus mengembangkan pasar,” jelasnya.

BACA JUGA:   Saham Hari Ini: MD Pictures, Saratoga, BTN

Perseroan meyakini para pengguna tembakau dapat menjadikan
tembakau ITIC ini sebagai substitusi yang sesuai, tentunya dengan harga lebih terjangkau dengan kualitas terbaik

Sekadar informasi, perseroan didirikan pada tahun 1955 dan merupakan salah satu pemain lama dalam industri pengolahan tembakau iris yang memiliki merek dagang cukup dikenal masyarakat dengan jaringan pemasaran secara nasional maupun internasional.

Merek yang dimiliki Perseroan antara lain Anggur Kupu, Lampion Lilin, Pohon Sagu, Roda Terbang dan Manna.

Penulis: Tomy

Tags: ipoperdagangan perdana
Previous Post

Boeing Siapkan Rp 1,4 T untuk Korban 737 Max

Next Post

Pelonggaran Pajak Hunian Mewah Beri Sentimen Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR