TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Respon BEI soal Rights Issue TRAM

Agus Haryanto
4 July 2019 | 16:26
rubrik: Capital Market
Ini Respon BEI soal Rights Issue TRAM

sumber : kontan.co.id

Jakarta, TopBusiness – Emiten yang bergerak di bidang pengangkutan batubara, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) bakal menerbitkan saham baru melalui skema rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Nilai yang akan diterbitkan tak tanggung-tanggung mencapai 100 miliar lembar saham baru. Jumlah saham ini setara dengan 201,43% dri modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Bahkan disebut-sebut aksi korporasi perseroan ini bakal menjadi proses rights issue terbesar dalam sejarah pasar modal dari sisi jumlah lembar sahamnya.
Terhadap rencana TRAM ini, wasit pasar modal  dalam hal ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun urun berkomentar. Apalagi hal ini terkait dengan kemampuan sistem di bursa yaitu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang ada di BEI.
Untuk itu, Direktur Perdagangan dan  Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo menjamin, untuk kali ini pada saat proses rights issue itu diperdagangkan sistem perdagangan tidak akan terganggu lagi. “Bisa ya, kan sekarang mesin baru. Tahun lalu juga sistem di kita sudah diupgrade lebih canggih,” ujar Laksono, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Sebagai informasi, sistem JATS sendiri sempat mengalami gangguan pada 20 Juli 2017 lalu. Gangguan itu disinyalir karena adanya perdagangan rights issue dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang jumlahnya kala itu mencapai 28,7 miliar lembar saham.
Disebutkan dia, di tahun lalu BEI memang telah melakukan pemutakhiran sistem perdagangan yang dikenal dengan istilah JATS Next Generation (JATS NextG). Kapasitas order dan transaksi dari yang semula sebesar 5 juta order dan 2,5 juta transaksi per hari menjadi 15 juta order dan 7,5 juta transaksi per hari.
Dengan begitu, dia kembali memastikan, jika transaksi dalam lembar saham sebanyak itu, dipastikan tak akan terganggu.” Ini ngomongin lembar saham kan? Insya Allah enggak terganggu,” tandasnya.
Seperti diketahui, rencana rights issue TRAM dimaksudkan untuk membayar utang. Tak tanggung-tanggung, jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 201,43% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Mengacu laporan keuangan per Maret 2019, total kewajiban TRAM mencapai Rp 2,79 triliun, terbagi atas kewajiban jangka pendek Rp 1,67 triliun dan jangka panjang Rp 1,21 triliun.
Jika ditelisik lebih dalam, utang terbesar berasal dari utang bank jangka pendek Rp 368 miliar, utang usaha pihak ketiga Rp 211 miliar, utang MTN (medium term notes) Rp 399,62 miliar, dan utang bank dan lembaga keuangan Rp 281 miliar.
Tomy
BACA JUGA:   BEI Unsuspensi Saham dan Waran SINI
Previous Post

KIK DIRE Simas Plaza Indonesia Incar Dana Kelolaan

Next Post

LinkAja Optimis bisa Rambah Pasar Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR