Jakarta, TopBusiness – PT Waskita Karya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi. Peroject perusahaannya kerap dilibatkan di hampir seluruh pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah, khususnya dalam menyediakan jalan tol.
Baru-baru ini PT Waskita Karya menghadiri acara penjurian Top GRC yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness di Jakarta, Jumat (12/7/2019).
Dalam pemaparannya, Mohamad Indrayana selaku Senior Vice President Waskita Karya, yang menangani sistem perusahaan menuturkan, ada lima grand strategy yang menjadi rantai dan saling mengait. Strategi tersebut merupakan upaya dalam mecapai tjuan perusahaan. “Ini grand strategy kami, yang tentunya goal ini bisa tercapai kalu kita melaksanakan ini secara seimbang,” ungkapnya dalam sesi penjurian Top GRC.
Masih menurut Muhamad Indrayana, strategi itu meliputi Disversifikasi Pendapatan, Efisiensi Biaya, Pengelolaan Pendanaan, Peningkatan Kapabilitas Internal dan Pengelolaan Resiko. “Ada lima strategi dalam mencapai tujuan, satu di antaranya seperti Disversifikasi Pendapatan. Konstruksi ini sangat rentan kalau terjadi krisis, oleh karena itu kita hars memiliki ketahanan yag cukup terhadap siklus konstruksi,” terangnya.
Selain strategi tersebut, PT Waskita Karya memiliki empat nilai yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan tujuan perusahaan, target perusahaan dan menghindari kemungkinan resiko. Adapun nilai tersebut seperti Integrity, Professionalism, Teamwork dan Excellence.
“Tujuan-tujuan perusahaan tidak akan tercapai tanpa ada values (budaya) ini. Ini sebenarnya merupakan pembeda antara insan waskita dan bukan waskita. Kalau menerapkan ini berarti Waskita bangetlah gitu,” ujar Muhamad Indrayana.
Untuk diketahui, PT Waskita Karya merupakan perusahaan konstruksi dan investasi terbesar di Indonesia dengan total pendapatan usaha sebesar Rp 48,7 triliun. Selain itu, Waskita terdiri dari lima lini bisnis yaitu, Jasa Konstuksi, Investasii Jalan Tol, Precast, Realti dan Energi.
Penulis: Abdullah Suntani
