Jakarta, TopBusiness – Berbagai sentimen negatif menghambat pergerakan harga minyak acuan dunia.
Seperti, pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika justru memberikan harapan yang tak diinginkan. Selanjutnya, perang dagang China dan Amerika diperkirakan masih akan terus berlanjut, setelah negosiator kedua negara besar tadi tak menemukan titik terang bahkan kemajuan dan berakhir menunda pertemuannya.
Kemudian, stok minyak mentah Amerika turun hingga 8,5 juta barel, atau lebih tinggi dari ekspektasi yang hanya mencapai 2,6 juta.
Akibatnya di ICE Futures-London, untuk harga minyak jenis brent lebih rendah USD 1,06 atau 1,6 persen ke level USD 63,99 per barel. Sementara, di New York Mercantile Exchange untuk west texas intermediate USD 93 sen (1,6 persen) ke posisi USD 57,65 per barel.
Penulis : Agus H
