Jakarta, TopBusiness – Pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (01/08) ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah 5,24 poin, atau setara dengan 0,08 persen ke posisi 6.385,26.
Hasil rapat komite pasar terbuka yang dilakukan Bank Federal Reserve AS menurunkan suku bunga acuan federal fund (FFR) sebanyak 25 basis poin di kisaran 2-2,25 persen. Justru penurunan tersebut dianggap sinyal negatif dan menjadikan terjadinya peningkatan kekhawatiran pelaku pasar atas ketegangan ekonomi antara Amerika dan China yang dapat mengikutsertakan perlambatan ekonomi global. Selain, tanda bahwa tingkat inflasi terbilang tinggi sehingga harus diredam.
Efek berantai pun terjadi. Tak hanya di Indonesia saja, sejumlah bursa utama kawasan Asia dan global jatuh. Contoh, bursa saham Seoul via indeks harga saham gabungan Korea Selatan atau KOSPI terbuka lebih rendah sebanyak 10,60 poin (0,52 persen) ke posisi 2.013,95. Di Hong Kong, indeks Hang Seng (HSI) di Bursa saham Hong Kong pada saat pembukaan terpaksa kehilangan 195,54 poin (0,70 persen) ke level 27.582,21, dan nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) juga terkoreksi 184,50 poin (0,86 persen) ke level 21.337,03.
Sebelumnya, di Bursa Saham Wall Street-New York. Hingga sesi penutupan perdagangan waktu setempat, indeks dow jones industrial average (DJIA) melemah 333,75 poin (1,23 persen) menjadi 26.864,27 dan nasdaq turun 98,19 poin (1,19 persen) menjadi 8.175,42.
Penulis : Agus H
