Jakarta, TopBusiness – Saat listrik dari PT PLN (Persero) padam di Minggu (4/8) dan beberapa jam di Senin (5/8) lalu, layanan perbankan termasuk mesin tarik tunai (ATM) banyak mengalami gangguan. Namun ternyata, layanan di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tak terganggu.
Hal ini karena perseroan memiliki satelit sendiri yakni BRIsat. Dengan satelit ini, menurut pihak perseroan, dapat dirasakan manfaatnya ketika terjadi gangguan listrik seperti beberapa hari lalu itu.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI, Indra Utoyo menegaskan, dengan dukungan BRIsat, perseroan mampu menjaga layanan operasional perbankan berjalan dengan lancar.
“Dengan jaringan komunikasi yang tidak terputus, maka BRI tidak terganggu dalam memberikan layanan kepada para nasabahnya,” klaim dia di Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Menurut dia, untuk mitigasi risiko di sisi jaringan komunikasi secara jangka panjang, Bank BRI akan melakukan diversifikasi untuk BRIsat yang akan dilaksanakan di tahun 2020 bersama dengan operator satelit dan telekomunikasi lainnya.
“Jadi BRIsat ini berperan vital dalam memastikan setiap jaringan kantor dan ATM BRI tetap terhubung ke data center BRI,” tutur Indra.
Sebagai informasi, BRIsat diluncurkan pada 18 Juni 2016 lalu di Guyana Perancis dan menjadikan Bank BRI sebagai bank pertama dan satu-satunya di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit sendiri.
Proses pembuatan BRIsat sendiri memakan waktu 25 bulan. Perakitan satelit dilakukan Space Systems / Loral di Palo Alto – California, sedangkan kendaraan peluncurnya menggunakan Arianespace 5 buatan Perancis.
“Sejalan dengan perkembangan bisnis BRI dan kebutuhan jaringan yang meningkat, pada akhir tahun 2023 BRI nanti berencana meluncurkan satelit HTS (High Throughput Satellite) untuk menambah kapasitas jaringan komunikasi melalui anak perusahaan BRI,” imbuh dia.
Penulis: Tomy
