Jakarta, TopBusiness – Harga minyak mentah dunia melambung, menyusul terjadi penurunan persediaan di Eropa dan pengurangan produksi oleh negara-negara pengekspor yang tergabung dalam OPEC.
Badan Energi Internasional Amerika atau IEA melaporkan, permintaan minyak global mulai dari Januari hingga Mei tumbuh paling lambat sejak 2008, sebagai dampak sinyal perlambantan ekonomi dan semakin tingginya suhu konflik perdagangan Amerika-China.
Sekutu OPEC yaitu Rusia sebelumnya telah memperkirakan akan adanya potensi pelemahan permintaan sebagaimana yang diproyeksikan IEA. Sehingga memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi dengan OPEC.
Efeknya, di bursa komoditas berjangka yaitu New York Mercantile Exchange dengan jenis minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik USD 1,96 atau setara dengan 3,7 persen ke posisi USD 54,50. Kemudian, di London ICE Futures Exchange untuk jenis brent pengiriman Oktober terangkat USD 1,15 (2 persen) ke level USD 58,53 per barel.
Penulis : Agus H
