Home Ekonomi Tiga Strategi Kemenpar Dongkrak Kunjungan Wisman

Tiga Strategi Kemenpar Dongkrak Kunjungan Wisman

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) masih optimistis bisa menarik kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang ke Indonesia  sepanjang tahun 2019.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar, Raden Sigit Witjaksono mengatakan, ada tiga grand marketing strategy yang telah disusun oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Yakni Ordinary Strategy, Extra Ordinary Strategy, dan Super Extra Ordonary Strategy.

Dalam Ordinary Strategy, ada tiga hal utama yaitu branding, advertising, dan selling. Sementara Extra Ordinary Strategy meliputi Incentive Access, Hot Deals, dan Programmatic Online Ads.

Sedangkan dalam Super Extra Ordonary Strategy, ialah Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal. “Target tahun ini 20 juta, mudah-mudahan kita bisa mendekati target tersebut dengan ordinary dan ekstra ordinary strategy,” jelas dia.

“Kemenpar punya kegiatan selling langsung ke negara yang dituju. Kemudian kita juga ikut pameran besar. Influencer kita undang juga untuk mempromosikan destinasi yang kita tuju,”  kata dalam acara The 5th Congress of Indonesian Diaspora di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2018 mengalami penurunan. Dari target yang semula dicanangkan sebesar 17 juta, namun realisasinya hanya ada di angka 15,8 juta saja.

Penurunan itu terjadi karena berbagai faktor. Utamanya ialah peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2018. Semisal bencana alam gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, hingga fenomena likuefaksi.

Deretan peristiwa alam ini menyebabkan banyak turis-turis asing membatalkan perjalanannya ke Indonesia. “Target 2018, 17 juta, realisasi 15,8 juta. Itu karena berbagai kejadian, banyak turis membatalkan perjalanannya,” ujar dia. (nrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here