Jakarta,TopBusiness—Peluncuran jaringan 5G membutuhkan modal sangat besar. Yang lebih penting, apakah konsumen bersedia menanggung biaya untuk menikmati segala “kenyamanan” teknologi 5G?
“Kami tidak berpendapat demikian, kecuali jika 5G dapat membantu konsumen mengakses kenyamanan baru, atau memangkas biaya di tempat lain. Perusahaan, di sisi lain, mungkin akan bersedia merogoh kocek demi 5G jika hal tersebut membantu mereka mendapatkan sumber pendapatan baru bagi bisnis mereka,” kata Sachin Mittal, Regional TMT Research, Bank DBS, dalam keterangan pers yang diterima Majalah TopBusiness, akhir pekan kemarin.
Dikatakannya, mobil otonom digadang-gadang sebagai bukti penerapan teknologi 5G. Sementara sebagian besar pemain 5G mengklaim bahwa 5G beroperasi pada tingkat latensi kurang dari 30 milidetik, angka itu masih jauh di atas tingkat yang diperlukan oleh mobil otonom agar berfungsi lebih optimal (1 hingga 2 milidetik). Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, investasi besar-besaran juga harus dilakukan di bidang itu.
Potensi penerapan teknologi 5G mengalami nasib sama dengan kehebohan terkait teknologi tersebut. Pengembangan kendaraan otonom, misalnya, terlambat beberapa tahun dari rencana.
Sejauh ini, kendaraan hanya dapat berjalan dengan dikendarai oleh pengemudi atau sepenuhnya otonom hanya di jalur-jalur tertentu. Kebutuhan praktis untuk 5G sulit untuk dibenarkan jika tidak diiringi dengan keberhasilan pengembang dalam menempatkan kendaraan otonom di jalan bebas hambatan.
Dalam kenyataan, kecepatan yang ditawarkan oleh teknologi 4.5G lebih dari cukup untuk sebagian besar penggunaan konsumen dan perusahaan. 4.5G berfungsi sebagai saluran efektif untuk mengatasi tantangan teknis jangka pendek dalam meluncurkan layanan 5G, sembari mempertahankan kompatibilitas dengan perangkat dan infrastruktur 4G yang ada.
“Terus terang, usulan bagi penerapan konektivitas 5G secara menyeluruh terlalu sulit diterima. Perusahaan mungkin menjadi pengguna awal 5G untuk proyek tertentu, namun kami tidak yakin hal itu akan terjadi dalam waktu dekat,” dia berkata.
(Adhito)
