Jakarta,TopBusiness – Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga yang berkompeten hari ini menggelar ajang penghargaan TOP GRC 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta. Ini adalah kegiatan corporate award tahunan, di bidang tata kelola perusahaan (GCG), manajemen risiko, dan manajemen kepatuhan.
Tujuan dari penyelenggaraan TOP GRC ini adalah untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan yang berkelanjutan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi.
Tema yang diangkat dalam kegiatan TOP GRC 2019 ini adalah Great GRC, for Great Business.
“Artinya, kita mengharapkan munculnya perusahaan-perusahaan hebat di Indonesia, yang terus membangun bisnis dan kinerjanya secara berkelanjutan, dengan menerapkan prinsip-prinsip GRC yang terintegrasi,” kata M. Lutfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP GRC 2019 dalam sambutannya di depan sekitar 350 orang yang menghadiri acara tersebut.
TOP GRC 2019 diikuti oleh lebih dari 500 perusahaan BUMN, perusahaan di pasar modal, dan swasta nasional maupun multinasional. Kemudian diseleksi menjadi 200 perusahaan finalis. Dan setelah melewati proses penilaian termasuk penilaian melalui wawancara penjurian, dewan juri menetapkan 52 perusahaan penerima penghargaan TOP GRC 2019.
Klasifikasi kategori penghargaan, didasarkan pada level Bintang (stars). Itu persisnya dari Bintang 1 hingga Bintang 5. Semakin tinggi level bintangnya, semakin baik sistem, infrastruktur, dan implementasi GRC di perusahaan. Sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan.
Bobot penilaian 80% adalah aspek GRC yang terdiri dari sistem, infrastruktur, dan implementasi GRC-nya. Sedangkan 20%-nya lagi adalah penilaian output/kinerja bisnisnya.
Temuan Menarik
Ada beberapa temuan menarik selama proses penilaian TOP GRC 2019 ini. Diantaranya adalah Pertama, adanya permasalahan sistem kontrol dan pertanggungjawaban pengelolaan anak perusahaan dalam sebuah holding.
Kedua, banyak perusahaan yang lebih fokus pada kelengkapan administrasi dan belum menjadikan GRC sebagai budaya.
Ketiga, ada sebagian perusahaan yang tergerak/ berinisiatif sendiri untuk melengkapi sistem dan infrastruktur GRC. Dan hal itu terlepas apakah hal tersebut menjadi persyarakatan dari regulator atau bukan.
Sedangkan yang keempat, adalah masih perlunya integrasi GRC, dalam mendukung pengelolaan bisnis perusahaan agar tumbuh berkelanjutan.
Tahun depan, GRC Summit dan TOP GRC 2020 akan kembali diselenggarakan pada 27-28 Agustus 2020.
Tentang Penyelenggara dan Pendukung
Top Business (www.TopBusiness.id) adalah majalah cetak bulanan dan media online terkemuka di Indonesia, yang mengulas tentang berita ekonomi, bisnis, manajemen dan investasi korporasi dan potensi ekonomi daerah.
KNKG (Komite Nasional Kebijakan Governance) adalah organisasi yang mendorong dan meningkatkan anisasi yang mendorong dan meningkatkan efektifitas penerapan good governance di Indonesia dalam rangka membangun kultur yang berwawasan good governance, baik di sektor publik maupun korporasi
IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association) adalah organisasi para ahli di bidang manajemen risiko, potensi keuangan, potensi jejaring, potensi bisnis konsultansi dan pendidikan, serta potensi pengembangan dan inovasi yang belum dikonsolidasikan dan disinergikan.
ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia) adalah asosiasi profesi yang beranggotakan para ahli di bidang kepatuhan (compliance) dan bertujuan untuk mendorong terjadinya praktik bisnis yang patuh dan sesuai dengan hukum serta peraturan yang berlaku.
PaGI (Perkumpulan Profesional Governance Indonesia) adalah asosiasi profesi yang beranggotakan para ahli di bidang tata kelola (governance) dan bertujuan untuk mendorong terjadinya praktik bisnis yang dikelola dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
CMRS Indonesia (Center for Risk Management Studies) adalah organisasi yang diakui secara global dalam memimpin pengembangan kapasitas profesional manajemen risiko di Indonesia.
LSP MKS (Lembaga Sertifikasi Profesi Mitra Kalyana Sejahtera) adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko Berbasis SNI ISO 31000. Dan didirikan sangat spesifik untuk membangun sumber insani yang mumpuni dalam mendukung penerapan manajemen risiko terintegrasi berbasis SNI ISO 31000 dalam sebuah organisasi.
