Jakarta, TopBusiness – PT Astra International Tbk (ASII) semakin serius menggeluti bisnis infrastruktur, sejalah dengan fokus pemerintah yang juga gencar menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto menjelaskan, setiap tahun Indonesia membangun infrastruktur berkisar Rp 400 triliun-Rp 500 triliun. Kebutuhan dana tersebut tidak akan bisa rampung hanya dengan mengandalkan APBN.
Sebagai pihak swasta, kata Prijono, Astra Group bakal ikut ambil bagian seperti yang telah dilakukan di proyek jalan tol trans Jawa.
“Kami salah satunya bisa berkontribusi yang sudah bangun enam jalan tol yang kami akuisisi terakhir-terakhir ini. Kami punya ruas jalan tol sepanjang 350 km yang akan beroperasi akhir tahun ini,” ujar Prijono saat Public Expose di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Selain jalan tol, Astra International juga bakal masuk di sektor energi melalui entitas anak, PT United Tractors Tbk. Saat ini, proyek infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terbaru di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akan beroperasi sesuai rencana pada April 2021.
PLTU Jawa 4 yang dikelola konsorsium PT Bhumi Jati Power (BJP) dengan komposisi kepemilikan saham Sumitomo Corporation 50 persen United Tractors 25 persen dan The Kansai Electric Power 25 persen. Total investasi untuk proyek pembangkit dengan kapasitas 2×1.000 MW tersebut tercatat senilai USD4,2 miliar.
“Kami tertarik untuk masuk ke infrastruktur karena kami butuh investasi lebih giat lagi karena nggak bisa semua di-handle oleh Pemerintah,” ungkapnya.
Adapun Astra International menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk tahun ini sebesar Rp 30 triliun. Sebagian besar penggunaan belanja modal tersebut akan digunakan untuk belanja modal anak usaha.
