TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Diprediksi Stabil di Kisaran Ini hingga Akhir Tahun

Achmad Adhito
27 August 2019 | 10:47
rubrik: Business Info, Ekonomi
Ikuti Tren Regional, Rupiah Tersungkur atas Dolar AS

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness—Ekonom Bank DBS Indonesia, Masyita Crystallin, mengatakan bahwa pihaknya berharap di tahun ini Rp tetap stabil pada kisaran Rp 13.900-Rp 14.500 per USD. “Berbeda dengan tahun lalu, Rupiah sangat tangguh dalam menghadapi anjloknya peso Argentina dan penyusutan Yuan Cina sejak Mei,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima semalam oleh Majalah TopBusiness.

Dikatakannya, Indonesia berhasil memertahankan kredibilitas kebijakannya dengan baik dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain.

Terpilihnya kembali Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden RI, diikuti dengan peningkatan peringkat utang negara. Standard & Poor’s menaikkan peringkat Indonesia setingkat ke BBB.

Sebelumnya, pada bulan April, Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia-Pasifik Asia. Dia diharapkan dapat melanjutkan perannya selama masa jabatan kedua Presiden Jokowi.

“Defisit fiskal, pertama sejak 2012, kemungkinan telah menyusut menjadi di bawah 2% dari PDB pada tahun 2018,” Masyita menjelaskan.

Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas Rupiah melalui kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial akomodatif. BI memilih 18 Juli sebagai tanggal untuk menurunkan suku bunganya, kurang dari dua minggu sebelum penurunan suku bunga sebagai langkah antisipasi oleh Bank Sentral AS pada 31 Juli.

Penurunan yang di luar dugaan itu adalah keputusan tepat di tengah lanskap moneter global, yang lunak (dovish). Proyeksi BI untuk defisit transaksi berjalan sebesar 2,5%-3% dari PDB untuk 2019-2020 masuk akal.

“Dan mungkin mengejutkan, mengingat dampak positifnya. Tekanan pada perdagangan eksternal telah diimbangi oleh penyusutan defisit perdagangan sebesar 40% dan cadangan devisa tertinggi dalam 16 bulan terakhir,” ucap dia lagi.

(Adhito)

BACA JUGA:   QRIS Dikritik AS, Pemerintah Diminta tidak Terpengaruh Tekanan Global
Tags: bank dbs indonesiabi ratekurs rupiah
Previous Post

IHSG Terdongkrak 30,06 Poin

Next Post

Ini Kata Ekonom UAJ tentang Konglomerasi BUMN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR