Jakarta, TopBusiness – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap Kehadiran PT MetropolitanLand Tbk atau Metland soal berinvestasi di Kabupaten Majalengka dapat tumbuh dan berkembang dalam mengelola bisnisnya serta memberikan kontribusi bagi perkembangan daerah.
“Harus juga memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat lokal serta juga pula dapat melestarikan kearipan lokal”, tegas Ridwan Kamil, pada peresmian peletakan batu pertama pembangunan hotel Horison Ultima Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Rabu (11/09).
Ridwan Kamil sang “Jago Pantun” ini mengajak para investor dan pemerintah daerah dapat melakukan kerja sama yang baik, membangun sinergitas yang harmonis. Karena dua komponen tersebut merupakan aset daerah dalam membangun perekonomian daerah.
“Kami sebagai pemerintahan akan memberikan kenyamanan, keamanan bagi para investor guna menciptakan laba. Akan tetapi kami juga menghimbau para investor tersebut harus bisa tumbuh dan berkembang bersama masyarakat lokal dan harus bisa melestarikan kearifan lokal yang merupakan ciri atau karakter daerah lokal yang akan berdampak pada karakter bangsa”, harapan Ridwan.
Lanjut dirinya menyatakan, “Kita sebagai bangsa Indonesia, harus bisa melaksanakan ekonomi Pancasila, itu merupakan ciri perekonomian dan karakter bangsa Indonesia yang terkenal dengan gotong-royong. Kita tidak ingin membangun perekonomian Kabupaten Majalengka ini tumbuh dan berkembang akan tetapi karakter budaya lokal kita terkubur dan tercabik-cabik. Tentunya hal tersebut jangan sampai terjadi di wilayah Jawa Barat ini”, tegas Gubernur putra daerah ini.
Lanjut Ridwan sang Insinyur Arsitektur, dengan beroperasinya hotel Horison Ultima ini harus bisa menyerap Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk bekerja, baik itu di manajerial maupun operasional. Dan juga dalam pembangunannya harus memberikan ciri khas dan karakter Majalengka dan Jawa Barat, baik itu dalam ornamen arsitektur maupun aksen-aksen interior di dalamnya.
Direktur Utma Metland Thomas J. Angfendy menyatakan, pihaknya sangat mendukung Pemerintah Daerah Majalengka dan Jawa Barat ini, dengan melakukan investasi. “Terciptanya keharmonisan, sinergitas antara G dan B, tentunya akan menghasilkan sebuah capain terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami akan utamakan penyerapan tenaga kerja lokal dalam operasional hotel Horison Ultima Kertajati ini dengan rencana akan memiliki 200 kamar, conventional hall dengan kapasitas 1.000 orang, ruang meeting, ada kolam renang, lobby lounge, restoran, fitness center serta area komersial. Dengan kebutuhan 130 orang tenaga kerja lokal akan dipekerjakan di hotel ini”, tegas Thomas.
“Keseriusan kami dalam membangun investasi di Majalengka, kami buktikan dengan menghibahkan tanah seluas 2 hektar kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka ini untuk dibangun Rumah Sakit Daerah. Dimana lokasi tanah tersebut tepat dipinggir jalan, dan hanya berjarak 600 meter dari hotel Horison Ultima Kertajati. Kami akan membangun sinergitas yang baik dengan Government serta pemangku kepetingan lainnya, dengan tujuan pertumbuhan perekonomian Majalengka akan memberikan kebermanfaatan bagi kita semua dan tidak akan meningalkan ciri khas budaya lokal yang juga mencerminkan kekayaan budaya bangsa ini”, ujar Thomas.
Sedangkan Direktur Metland Anhar Sudrajat menerangkan, Metland telah mengucurkan dana untuk investasi tahap pertama sebesar Rp 110 miliar dalam pembangunan hotel Horison Ultima Kertajati ini. Konsep Metland dalam membangun kawasan seluas 200 hektar ini dengan konsep Aero Metropolis. “Konsep ini, kita sinergikan dengan konsep Bandara udara Internasional Kertajati , dimana Kertajati menjadi bandara kedua terbesar setelah bandara udara Soekarno Hatta, di Banten. Lantas konsep disain kawasan Aero Metropolis ini akan dibangun dengan kekentalan dengan kearifan lokal. Banyak hal kearifan lokal yang akan kita realisasikan di kawasan Aero Metropolis ini, seperti pembangunan teras kotanya. Tentunya dengan kearipan lokal ini akan menjadikan ikon dan nilai jual tersendiri pula bagi Hotel Horison Ultima Kertajati ini”, tegas Anhar.
Ditegaska operator hotel Horison group, Basari Bachri, bagi Horison group tidak ada masalah untuk mendidik tenaga kerja lokal menjadi tenaga kerja siap pakai di hotel Horison Majalengka. “Kami mengoperasikan 7 hotel dalam group Horison ini, dan 70 hotel hingga tahun 2020 nanti”, tegas Basari.
Sementara itu Direktur Metland, Wahyu Sulistio mengajak sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam membangun perekonomian masyarakat secara masif, luas, terintegrasi terus menerus. “Kita memerlukan inovasi dalam membagun industri rumah tangga dalam berbagai produk dengan sasaran sebagai industri oleh-oleh dan cindera mata. Pembangunan ekonomi kerakyatan ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, kalangan bisnis, koperasi, institusi perbankan. Kita berikan masyarakat ini kailnya, agar bisa tumbuh dan berkembang. Tentunya keterlibatan seluruh pihak ini akan menjadi kekuatan besar pula dalam membangun perekonomian rakyat, jangan berdiri sendiri-sendiri. Harus membangun kekuatan besar, agar menjadi solid”, tegas Wahyu dengan konsep smartnya.
Albarsyah
