Jakarta, TopBusiness – Serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi memicu kekhawatiran dan ketidakpastian atas kondisi geopolitik di Timur Tengah. Akibatnya, harga emas hitam tersebut mengalami penurunan.
Serangan fasilitas pengolahan minyak mentah milik produsen Saudi Aramco di Abqaiq dan Khura menyebabkan penurunan produksi sebesar 5,7 juta barel per hari dan menciptakan tanda tanya terkait kemampuannya untuk mempertahankan ekspor minyak.
Arab Saudi merupakan eksportir minyak terbanyak dengan kapasitas cadangan yang relatif besar.
Minyak mentah jenis west texas intermediate akhirnya turun USD 82 sen atau 1,3 persen ke level USD 62,08 per barel. Brent melemah USD 77 sen (1,1 persen) ke posisi USD 68,25 per barel.
Penulis : Agus H
