Mengutip Bloomberg pagi ini, mata uang Merah Putih itu dibuka di level Rp14.101/USD atau melemah 35 poin dari posisi penutupan kemarin di Rp14.066/USD. Dalam satu jam pertama rupiah masih bergerak stagnan di tangga Rp14.101.
Menurut analis pasar uang PT Monex Investindo Futures, Andian laju rupiah memiliki potensi kuat untuk menang melawan dolar AS karena pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
“Karena kebijakan The Fed itu akan berbuntut pada bank sentral lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tandas dia di Jakarta, Kamis (19/9/2019).
Dengan penurunan suku bunga acuan bank sentral itu, menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah itu. Apalagi jika hari ini Bank Indonesia (BI) juga bakal menurunkan suku bunga acuannya.
“Kondisi tersebut akan membuat peningkatan minat investor terhadap aset berisiko, seperti rupiah,” tutur dia.
Pada pertemuan kebijakan moneternya (FOMC meeting) kemarin, bank sentral AS mengumumkan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 1,75 persen-2 persen. Ini menjadi langkah pemangkasan kedua yang dilakukan The Fed sepanjang tahun ini.
Untuk itu, Andian pun memprediksi rupiah akan bergerak di rentang Rp13.980 per USD hingga Rp14.140 per USD.