Jakarta, TopBusiness—Perusahaan pemeringkat global, PT Fitch Ratings Indonesia telah memberikan peringkat nasional jangka panjang A-(idn) untuk PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan B+/Stabil. Itu berarti outlook-nya stabil. Peringkat tersebut mencerminkan posisi perusahaan yang solid dalam industri perkapalan Indonesia.
Kondisi tersebut didukung oleh peraturan cabotage, hubungan yang kuat dengan pelanggannya, perusahaan minyak nasional PT Pertamina (Persero, dan proporsi kontrak time-charter yang besar.
“Kami memperkirakan profil leverage yang moderat untuk tiga tahun ke depan, dengan FFO adjusted gross leverage di bawah empat kali, setelah memerhitungkan investasi untuk pertumbuhan armada yang signifikan selama periode tersebut,” tutur Senior Analyst Fitch Ratings, Christie Pardede.
Peringkat nasional di kategori ‘A’ itu, disebut Fitch, menunjukkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang relatif rendah terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.
Namun, lanjut dia, adanya perubahan pada keadaan atau kondisi ekonomi bisa saja memengaruhi kapasitas untuk membayar secara tepat waktu dibandingkan komitmen keuangan yang ditunjukkan oleh kategori peringkat yang lebih tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk, Kevin Wong, mengaku belum puas dengan peringkat yang diberikan oleh Fitch. Dalam arti, menurut Kevin, peringkat tersebut memiliki peluang untuk meningkat dari sebelumnya seiring dengan adanya penambahan kapal perseroan.
“Perseroan belum puas dengan peringkat yang diberikan. Tetapi tentu kita harus bisa membuktikan diri kepada Fitch bahwa apa yang kita rencanakan dapat dilaksanakan dan membuahkan hasil,” tutur dia dalam keterangan resmi (20/9/2019).
Maka dari itu, kata Kevin, perseroan berencana untuk melakukan permohonan peningkatan peringkat setelah merealisasikan rencana pembelian kapal yang sudah disusun tahun ini.
“Perseroan percaya dengan adanya penambahan kapal akan mendorong kinerja Perseroan secara eksponensial yang tentunya menjadi pendorong peningkatan rating.” ujar Kevin.
Sementara itu, adapun faktor penggerak peringkat visibilitas berasal dari pendapatan kontrak charter, di situ perseroan berhasil memperoleh 75% dari pendapatannya di kuartal pertama 2019.
Perseroan juga telah menandatangani dua kontrak time charter baru di bulan Juli, sehingga diharapkan pendapatan dari kontrak time-charter diakhir tahun ini 90%.
(Tomy)
