TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PUPR Fasilitasi Pembangunan Tempat Cuci Tangan

Agus Haryanto
23 September 2019 | 08:12
rubrik: Ekonomi
PUPR Fasilitasi Pembangunan Tempat Cuci Tangan

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR memfasilitasi pembangunan tempat cuci tangan untuk sekolah dasar (SD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di 12 provinsi. Hal itu dilakukan guna memberi dukungan pencegahan stunting/gangguan pertumbuhan pada anak balita.

Pembangunan fasilitas cuci tangan direalisasikan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR sebagai dukungan program Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Menteri Kabinet Kerja bidang Kesehatan Keluarga yang menggandeng lintas kementerian, lembaga, instansi dan didukung pemerintah daerah. Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada anak usia SD tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan melalui enam langkah cuci tangan pakai sabun dengan air bersih yang mengalir.

Dalam laman pu.go.id, di Jakarta, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ketersediaan air bersih dan sanitasi layak menjadi salah satu kunci pengurangan jumlah stunting di Indonesia. “Apabila anak-anak Indonesia tidak mendapatkan air bersih dan sanitasi yang baik,akan berisiko stunting, ini harus dihindari. Oleh karenanya Pemerintah gencar untuk melaksanakan program penyediaan air bersih dan sanitasi,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan gagal tumbuh, gagal kembang dan gangguan metabolisme pada anak Balita. Terutama pada 1.000 hari pertama sejak didalam kandungan. Penyebab Stunting diantaranya kurangnya pengetahuan ibu hamil pentingnya asupan gizi, kurangnya akses ke pelayanan kesehatan seperti posyandu, pola makan gizi tidak seimbang, serta lingkungan yang tidak sehat.

 

Penulis : Agus H

BACA JUGA:   Pemerintah Tunda Pungutan CPO dan Produk Turunan
Previous Post

Buana Lintas Dapat Peringkat ‘Stabil’

Next Post

Dicari, Investor Hilir Industri Elektronik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR