
Jakarta, businessnews.id — Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil menyatakan di Jakarta (5//9/2014), akan lebih menitikberatkan audit anggaran belanja subsidi. BPK menilai bahwa penyaluran subsidi energi dan pupuk tidak tepat sasaran selama ini.
“Saya dalam konteks ini memang fokus menyelesaikan agenda-agenda yang terkait subsidi. Baik subsidi energi maupun subsidi pupuk,” kata dia.
BPK menganggap bahwa penyaluran dana subsidi tidak tepat sasaran. Dan menjadi persoalan terbesar pada perekonomian Indonesia, adalah pada pengelolaan subsidi, terutama subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Di sini, BPK harus memberikan kontribusi yang pas untuk membantu menyelesaikan masalah itu,” kata Rizal.
Dia mencontohkan, paling tidak pemerintah Indonesia bisa meniru kebijakan pengelolaan BBM seperti Turki. “Saya baru pulang dari Turki. Bagaimana negara yang tidak memunyai minyak, tetapi tidak ada subsidi. Rakyatnya menerima apa adanya. Pengelolaan negara seperti itu perlu kita tiru,” ujar politisi dari Partai Amanat Nasional ini.
Rizal berharap, pemerintahan Jokowi bisa mengarahkan agar penyaluran anggaran subsidi bisa tepat sasaran.
“Keputusannya juga jangan maju-mundur. Untuk yang subsidi pupuk, selama ini petani juga kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Kami akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menjalankan kebijakan yang pas,” ujarnya. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito