
Jakarta, businessnews.id — Kinerja Bank Mega hingga triwulan II 2014, menunjukkan pertumbuhan. Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Toyib, mengatakan hal itu di Jakarta hari ini (9/9/2014).
Aset tumbuh 13 persen dari Rp 54,1 triliun pada akhir tahun 2013 menjadi Rp 61,3 triliun pada akhir semester I 2014.
Di samping itu, pertumbuhan penyaluran kredit tumbuh dari Rp 25,5 triliun pada akhir tahun 2013 menjadi Rp 32,6 triliun pada semester I 2014.
“Dana pihak ketiga tumbuh 8 persen dari Rp 43,9 triliun pada akhir tahun 2013 menjadi Rp 47,5 triliun pada akhir semester I 2014,” dia menjelaskan.
Laba setelah pajak tumbuh dari Rp 245 miliar pada akhir tahun 2013 menjadi Rp 502 miliar pada akhir semester I 2014.
“Jadi, laba itu meningkat 105 persen atau senilai Rp 257 miliar,” kata dia.
Hingga akhir tahun ini, Bank Mega menargetkan total aset mencapai Rp 68,4 triliun, total penyaluran kredit Rp 33,4 triliun, dana pihak ketiga Rp 55,5 triliun, dan laba setelah pajak diharapkan mencapai Rp 1,3 triliun.
“Untuk mencapai target tersebut, Bank Mega di sektor kredit fokus pada penyaluran pada segmen korporasi, komersial, konsumer, dan kartu kredit. Untuk kartu kredit, perseroan akan menjadikan kartu kredit Bank Mega sebagai utama pilihan masyarakat melalui sinergi dengan perusahaan ritel di CT Corps sehingga keunggulan ini tidak dimiliki oleh pesaing,” kata dia pula. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito