
Jakarta, businessnews.id — Harga saham Bumi Resources Mineral di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, hari ini ditutup di Rp 401 per lembar. Dengan demikian, harga tersebut turun Rp 21 per lembar atau 4,98% bila dibandingkan dengan saat penutupan perdagangan kemarin.
Sementara itu, tadi pagi, otoritas BEI mengumumkan status UMA (unusual market activity) ke saham itu.
“Telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham Bumi Resources di luar kelaziman,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, dalam keterbukaan informasi tadi pagi.
“Kami saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Diharapkan agar investor memertimbangkan berbagai kemungkinan yang timbul dalam melakukan investasi,” Irvan berkata.
Berdasarkan data dari Dunia Investasi, sejak 1 September 2014 sampai 10 September 2014, harga saham dengan kode BRMS itu dalam tren naik.
1 September tersebut, harga penutupan saham tersebut di Rp 265 per lembar.
Kemudian, 10 September 2014, harga tersebut ditutup di Rp 422 per lembar atau naik 37%.
Volume transaksi BRMS pun dalam tren naik. 1 September, ada di 4,76 juta lot saham. 5 September, di 148,99 juta lot; 9 September, di 150,52 juta lot saham.
Pembelian saham tersebut oleh investor luar negeri juga cenderung naik. 1 September, pembelian tersebut di 842.400 lot saham; 9 September, di angka 30.115.000 lot.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 5133,033. Dengan demikian, ada penurunan 9,95 poin atau 0,19% kalau dibandingkan dengan saat penutupan kemarin.
Total nilai transaksi saham, sepanjang hari ini, di Rp 5,37 triliun; volume perdagangan di 6,55 miliar lot saham dengan frekuensi transaksi 225.455 kali.
Investor domestik tercatat lebih banyak melakukan penjualan saham. Sementara, investor asing sebaliknya. (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito