Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bergerak terbatas, karena masih banyak ketidakpastian. Meski begitu, terlihat di sesi pagi atau sehari usai pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, mata uang NKRI itu sudah di zona hijau.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp14.127 per USD atau terapresiasi sebesar 0,14% alias 20 poin dari penutupan di Jumat lalu yakni di tangga Rp14.147 per USD. Dalam satu jam pertama, laju rupiah masih stagnan di angka Rp14.127 per USD.
Menurut Kepala Ekonom BCA, David Sumual justru pola gerak rupiah hari ini lebih menanti kebijakan pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di pekan ini. Apalagi ada sinyal BI masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuannya satu atau dua kali lagi hingga akhir tahun ini. Namun begitu hal tersebut bergantung kepada perkembangan sentimen eksternal dan likuiditas.
“Karena pertumbuhan ekonomi kuartal III/2019 China turun dan tampaknya begitu juga pertumbuhan Indonesia di kuartal III/2019 akan mirip dengan China. Bahkan mungkin lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya di rentang 4,9% – 5,1%,” ungkap David di Jakarta, Senin (21/10/2019).
Sebelumnya, BI sendiri menyebut ekonomi dalam negeri akan lebih sehat dan memastikan, nilai tukar rupiah juga akan terjaga. Sehingga pada akhirnya dapat mengundang investor untuk memegang rupiah dan menjadi pendorong mata uang Merah Putih itu di zona hijau.
David menambahkan, perlambatan pada kuartal III/2019 didtopang oleh ekspor yang melemah, investasi yang cenderung flat, dan konsumsi yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kuartal II/2019. Adapun, pertumbuhan ekonomi yang moderat akan sangat memengaruhi pola gerak rupiah itu.
Untuk itu, kata dia, laju rupiah pada perdagangan hari ini diproyerksi akan bergerak terbatas cenderung sideways di rentang Rp14.120 per USD hingga Rp14.180 per USD. Adapun untuk pegerakan USD selama sepekan ini di kisaran Rp14.100 per USD sampai Rp14.200 per USD.
Di akhir pekan lalu, mata uang Garuda itu ditutup di tangga Rp14.148 per USD atau terapresiasi tipis 0,049% alias 8 poin terhadap USD. Sedangkan sepanjang pekan lalu, pergerakan rupiah juga cenderung terbatas hanya turun 0,07%.
Penulis: Tomy
