Jakarta, TopBusiness—Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan bahwa sektor ritel di Jakarta masih berkembang. Untuk ruang ritel sewa, kelak akan ramai lagi.
“Sebab, banyak pasokan baru ruang ritel yang masuk ke pasar,” kata dia (23/10/2019), saat memaparkan hasil riset terbaru ke sejumlah wartawan.
Ada dijelaskannya, pasokan baru tersebut sudah tentu menambah jumlah ruang ritel di Jakarta. Riset terbaru Savills Indonesia menjelaskan bahwa sampai akhir kuartal ketiga tahun 2019, total pasokan ruang ritel Jakarta sebanyak 3,1 juta m2.
Diharapkan, kedatangan pasokan baru tersebut diimbangi dengan adanya tingkat permintaan yang bagus.
Diperkirakan, dengan masuknya pasokan baru tersebut, tingkat kekosongan ruang ritel naik. Tetapi kenaikan tersebut hanya tipis. “Untuk ruang ritel sewa, saat ini, tingkat vacancy di 11,3%,” Anton menjelaskan lagi.
Ruang Kantor
Dalam kesempatan yang sama, Anton mengulas pula tentang kondisi pasar properti jenis lain di Jakarta. Antara lain, tentang perkantoran di CBD Jakarta.
Dalam hal tersebut, riset Savills memerlihatkan bahwa dalam sembilan bulan pertama tahun 2019, ada kenaikan tingkat penyerapan. Tepatnya, di periode tersebut, tingkat penyerapan sudah melebihi 100.000 m2. “Angka ini mendekati total tingkat penyerapan sepanjang tahun 2018,” dia mengatakan.
Jadi, sudah ada kenaikan dalam tingkat penyerapan ruang kantor, saat ini. Permintaan terbanyak berasal dari pihak bisnis co-working space. Dengan adanya kenaikan itu, penurunan harga sewa perkantoran pun melambat.
Untuk saat ini, total pasokan ruang kantor di CBD Jakarta sebanyak 6,6 juta m2. Sementara, tingkat kekosongan di 24,9%.
(Adhito)
