Jakarta, TopBusiness—Sedari tahun 2020 sampai 2023, sebanyak 1,2 juta m2 properti perkantoran masuk ke pasar CBD Jakarta. Dari situ, mayoritas proyek selesai konstruksi di tahun 2020 ini dan tahun 2021.
Hal tersebut dijelaskan dalam riset terbaru dari Savills Indonesia, yang diterima semalam oleh wartawan Majalah TopBusiness.
Riset tersebut memaparkan bahwa dengan pasokan baru tersebut, tingkat kekosongan properti tersebut berkecenderungan naik. Adapun mulai tahun 2022 dan seterusnya, tingkat hunian properti tersebut bergerak tumbuh moderat.
Dijelaskan pula, dari total pasokan baru sebanyak 1,2 juta m2 itu, mayoritas ada di kawasan Sudirman dengan persentase sebesar 40%. Di peringkat kedua adalah kawasan Kuningan dengan persentase 36%.
Selanjutnya, kawasan Thamrin berporsi 14%. Adapun kawasan Gatot Subroto di urutan berikutnya dengan porsi 10%.
Dari segi kelasnya, perkantoran grade A mendominasi dengan persentase 56%.
Foto: Perkantoran di CBD Jakarta (Dhi/TopBusiness)
