Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar terhadap dollar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bakal melanjutkan penguatannya. Hal ini karena posisi USD sendiri tengah lesu seiring pengumuman data ekonomi AS berada di bawah ekspektasi.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.001 per USD atau terapresiasi 37 poin dari penutupan Jumat lalu di posisi Rp14.038 per USD. Hingga pukul 9.00 WIB, mata uang Merah Putih itu masih menguat di posisi Rp14.010, yakni menguat 28 poin atau 0,20%.
Kondisi rupiah yang bisa tertolong sentiment asal AS itu, menurut ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), karena dollar AS sendiri bakal terbebani dalam pergerakannya hari ini. Beberapa kondisi data ekonomi yang dirilis tak memuaskan itu membuat dollar terus melesu.
“Ditambah lagi, sentiment positif juga bakal datang dari China terkait masih adanya keraguan prundingan perang dagang dengan AS. Sehingga rupiah bisa melanjutkan penguatannya,” ungkap dia di Jakarta, Senin (4/11/2019).
Seperti diketahui, beberapa data AS yang dirilis akhir pekan lalu kurang memuaskan, seperti data pengangguran pada pekan yang berakhir 25 Oktober mencapai 128.000. Angka ini di atas proyeksi yang sebesar 215.000.
Kemudian, upah rata-rata per jam bulan Oktober pun meleset dari konsensus para analis yang sebesar 0,3%. Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis, upah rata-rata per jam bulan lalu hanya naik 0,2%.
Selain itu, terkait rencana perundingan perang dagang China-AS juga terancam gagal. Pasalnya, pihak China pesimis hasil negosiasi dagang dapat bertahan lama karena AS masih enggan menurunkan tarif bea impor lebih dalam.
“Ini membuat mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss menguat, tetapi tidak untuk dollar AS,” terang dia.
Pada perdagangan Jumat (1/11) lalu, kurs rupiah di pasar spot menguat 0,03% ke Rp 14.039 per USD. Namun, versi kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,41% ke Rp 14.066 per USD.
Dengan kondisi demikian, laju rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi David akan berada di kisaran Rp14.000 per USD hingga Rp 14.080 per USD.
Penulis: Tomy
