TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IKK Tunjukkan Optimis

Agus Haryanto
5 November 2019 | 13:49
rubrik: Ekonomi
Barito Pacific Terus Garap Kawasan Industri di Serang

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Survei konsumen BI dalam hasil indeks keyakinan konsumen atau IKK Oktober 2019 menunjukkan optimisme, meski lebih rendah bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Dalam laman bi.go.id, yang dipublikasikan hari ini, di Jakarta, menunjukkan survei konsumen BI pada Oktober 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga, meskipun melemah. Hal ini tercermin dari IKK Oktober 2019 yang tetap berada dalam zona optimis atau di atas 100 yakni sebesar 118,4, meskipun lebih rendah dibandingkan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 121,8.

Konsumen tetap optimis, sebab ditopang persepsi yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan. Hal itu tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) yang berada dalam zona positif, meskipun mengalami pelemahan.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menurun, terutama, disebabkan indeks penghasilan dan indeks ketersediaan lapangan kerja yang lebih rendah. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) disebabkan oleh penurunan indeks ekspektasi kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang.

Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang (Januari dan April 2020). Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 3 dan 6 bulan mendatang yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Tekanan kenaikan harga 3 bulan mendatang dipengaruhi oleh perkiraan permintaan barang dan jasa yang meningkat pada awal tahun 2020.

Sementara itu, tekanan kenaikan harga 6 bulan mendatang diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap barang dan jasa menjelang bulan puasa pada akhir April 2020.

 

Penulis: Agus H

BACA JUGA:   98 Persen NIB Dikeluarkan untuk UMK
Previous Post

BI dan MAS Sepakati Perpanjangan Kerja Sama

Next Post

HK Bukukan Laba Bersih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR