Home Ekonomi BUMN BNI Sekuritas Ajak BUMN Cari Pendanaan di Pasar Modal

BNI Sekuritas Ajak BUMN Cari Pendanaan di Pasar Modal

Foto: Tomy/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT BNI Sekuritas mengaku optimistis kinerja pasar modal di tengah ancaman resesi global masih terus positif. Untuk itu, perseroan terus mensosialisasikan pentingnya pasar modal sebagai sarana mencari pendanaan.

Menurut Direktur BNI Sekuritas, Geger N. Maulana, saat ini pergerakan dana masih banyak di perbankan. Sekitar Rp5.000-an triliun dana simpanan di pasar modal. Padahal sebagai sarana pendanaan, sektor pasar modal sangat prospektif.

“Untuk jangka panjang, pasar modal menjadi sumber pendanaan yang sangat baik. Baik itu melalui skema IPO (initial public offering), MTN, atau obligasi,” kata dia usai acara BNI Sekuritas Investment Forum ‘Navigation Through Global Unvertainties’, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sejauh ini, sebagai anak usaha BUMN, pihaknya terus mengajak perusahaan pelat merah dan anak usahanya bisa mengandalkan dana-dana pasar modal.

“Apalagi posisi kami, ranking kami untuk penerbitan obligasi itu di posisi kelima dari perusahaan sekuritas lainnya,” tutur dia.

Untuk itu, pihaknya saat ini mendorong perusahaan BUMN di sektor infrastruktur dan konstruksi, jalan tol, dan BUMN yang ditugaskan untuk mengembangkan infrastruktur bisa mengandalkan dana-dana dari pasar modal.

“Tahun lalu kami sebagai underwriter memiliki mandat hampir Rp20 triliun. Dan yang terealisasi sekitar Rp12-14 triliun. Tahun ini dan tahun depan bisa lebih banyak lagi. Itu kebanyakan pendanaan dari skema Bond atau MTN,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, ada beberapa BUMN dan anak BUMN yang akan didorong untuk ke pasar modal, bahkan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Bahkan satu calon emiten size kapitalisasinya bisa mencapai Rp1 triliun hingga Rp5 triliun.

“Di tahun ini sendiri total yang sudah deal antara 70-80 perusahaam. Ada yang IPO, MTN, obligasi, dan lainnya. Dengan komposisinya sekitar 10-20 persen IPO, 30-40 persen MTN dan 40-50 persen untuk obligasi. Dan kalau belum terlaksana dilanjutkan tahun depan,” pungkas Geger.

Penulis: Tomy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here