TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

APBN adalah Alat

Agus Haryanto
7 November 2019 | 13:38
rubrik: Ekonomi
APBN adalah Alat

Jakarta, TopBusiness – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah alat untuk mencapai tujuan, misalnya, guna menjaga pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, ketimpangan, dan lain sebagainya.

“APBN adalah instrumen atau alat untuk mengelola perekonomian. Sebagai alat, dia (APBN) dipakai, kita manage,” kata Wamenkeu Suahazil Nazara, saat menyampaikan pidatonya mewakili Menteri Keuangan (Menkeu) pada acara Rapat Pimpinan Nasional Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Rapimnas Ditjen Perbend) tahun 2019 yang mengusung tema “Mengawal APBN untuk Indonesia Maju” di Jakarta, dalam laman kemenkeu.go.id.

Sebagaimana diketahui, beberapa pihak menilai bahwa tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak dan terjadinya defisit dan serta naiknya nilai utang menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mengelola ekonomi. Padahal pelebaran defisit dan meningkatnya nilai utang tersebut hanyalah alat untuk countercyclical untuk mendorong perekonomian Indonesia di tengah lesunya kondisi perekonomian global.

Jadi, sepanjang masih dalam batas pengelolaan yang prudent, pemerintah tidak memandang tabu menggunakan kebijakan pelebaran defisit dan penambahan utang agar momentum pertumbuhan tetap terjaga, menurunkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Kita mengelola perekonomian nasional menggunakan APBN. Artinya kita ingin perekonomian itu tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan, menjaga momentum penurunan kemiskinan, menjaga momentum penurunan ketidakmerataan dan menciptakan lapangan kerja. APBN kita pakai untuk 4 hal itu,” jelas Wamenkeu.

 

Penulis: Agus H

BACA JUGA:   Harga Beras Dorong Inflasi April Turun Jadi 0,1%
Previous Post

BJBR Kaji Pembentukan Perusahaan Efek Daerah

Next Post

LUCK Target Jual Ultimaker S5 dan S3 10 Unit per Bulan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR