TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

LUCK Mengaku Fundamental Perusahaan Positif

Agus Haryanto
22 November 2019 | 09:08
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) menggelar publik ekspos insidentil terkait koreksi pergerakan saham yang cukup tajam baru-baru ini.  Pergerakan harga saham sendiri di luar campur tangan pihak manajemen dari emiten penyedia jasa informasi teknologi tersebut. Justru, hal itu lebih karena adanya sentimen negatif yang mempengaruhi pasar saja.

“Volatilitas transaksi saham itu (mengalami penurunan harga) itu akibat karena sentimen negatif saja. Padahal secara fundamental kondisi perusahaan cukup sehat,” tegas Direktur LUCK, Teddy Pohan, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Sebelumnya, pihak BEI sendiri sempat menghentikan perdagangan saham LUCK. Pasalnya, harga saham tersebut terpantau terkoreksi 31%, angka tersebut minus 2% dengan kapitalisasi pasar Rp 351 miliar. Dari angka tersebut dengan nilai transaksi Rp 4,73 miliar dan volume perdagangan 9,68 juta saham.

Atas pergerakan saham yang tidak biasa tersebut, Bursa menetapkan saham LUCK berada di dalam kategori unusual market activity (UMA). Sehingga, perdagangan sahamnya dihentikan sejak Senin (18/11/2019) lalu, dan saat acara paparan publik tersebut sudah kembali diperdagangkan.

Kondisi fundamental yang disebut Teddy itu telihat dari sisi kinerja perseroan yang hingga kuartal III-2019 masih cukup positif. Tercatat, kata dia, pendapatan dan laba bersih perseroan menaik.

Untuk pendapatan LUCK terkerek tipis 4,23% di angka Rp 78,55 miliar dari sebelumnya Rp 75,36 miliar secara year on year (yoy). Sementara laba bersih malah melonjak hingga 56,31% menjadi Rp 6,34 miliar dari Rp 4,05 miliar secara yoy.

Tahun ini, LUCK menargetkan pendapatan bisa terangkat di kisaran 20% hingga 30% di level Rp 118 miliar. Pihaknya optimistis, angka tersebut dapat terlampaui.

BACA JUGA:   Ini Kiat Maksimalkan Sebagian THR untuk Investasi Saham

“Secara fundamental kami sangat positif sekali, perusahaan berkembang, bisnis tidak ada masalah, rencana kita juga berjalan dengan lancar. Bahkan kami merencanakan untuk mengakuisisi perusahaan lain,” paparnya namun belum mau membuka secara rinci.

Selain itu, aset LUCK juga meningkat 9,46% di angka Rp 162,22 miliar. Namun sayangnya, liabilitas juga melambung 36,80% ke angka Rp 29,03 miliar.

Adapun ekuitas masih positif menaik 4,89% menjadi Rp 133,19 miliar dari Rp 126,98 miliar dibandingkan akhir tahun 2018.

“Tahun depan yang pasti proyeksinya jauh lebih baik dari tahun ini, sebab kebutuhan solusi IT makin tinggi dari banyak industri guna melakukan efisiensi. Kami optimistis,” tandasnya.

 

Tomy Asyari

Previous Post

BEI Putuskan Suspensi JSKY

Next Post

Minyak Naik Lebih dari 2 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR