TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Bersih BRI Naik 19 Persen ke Rp 18 Triliun

Nurdian Akhmad
22 October 2014 | 21:53
rubrik: Finance
Gedung BRI (Foto: BRI.co.id)
Gedung BRI (Foto: BRI.co.id)

Jakarta, businessnews.id — Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 18,2 triliun pada triwulan III tahun ini. Nilai ini, naik sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 15,23 triliun.

Direktur Kepatuhan Bank BRI Randi Anto mengatakan di Jakarta hari ini (22/10/2014), peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis. Total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp 464,19 triliun pada akhir September 2014, atau meningkat 12,32 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dari semua segmen, mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan sebesar 15,8 persen year on year (YoY) menjadi Rp 148,43 triliun atau meningkat Rp 20,2 triliun. Jumlah nasabahnya meningkat jadi 7,1 juta nasabah dari semula 6,2 juta nasabah di triwulan III 2013.”

Menurut dia, di kuartal III ini, secara umum pertumbuhan kredit perseroan juga diimbangi posisi neraca yang likuid.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) tercatat sebesar 85,29 persen pada September 2014; kualitas aset produktif juga tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit macet net sebesar 0,46 persen.

Adapun NPL gross BRI tercatat sebesar 1,89 persen atau lebih baik apabila dibandingkan NPL rata-rata industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 2,31 persen pada Agustus 2014.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan, untuk mengembangkan layanan branchless banking, pihaknya bermimpi bahwa di setiap dua desa terdapat satu agen. ”Nantinya kami memiliki satu agen untuk melayani desa sebagai bagian program layanan branchless banking,” kata dia.

Ia pun berkata, pihaknya segera membuka jaringan di bekas provinsi ke-27 Indonesia yakni Timor Leste. Pembukaan jaringan tersebut sebenarnya atas permintaan negara tersebut.

BACA JUGA:   Obligasi TLKM adalah idAAA

“Yang serius datang kepada kami adalah Timor Leste, sudah berapa kali ke kami,” terang dia di jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014.

Sebenarnya, perbankan nasional juga mendapat lampu hijau untuk membuka jaringan di Papua Nugini. Peluang tersebut terbuka setelah kedatangan utusan pemerintahnya ke Presiden Joko Widodo; dalam pertemuan tersebut, utusan tersebut meminta perbankan nasional bersedia mengembangan jaringan di negara tersebut.

Kata Sofyan, pihaknya akan melihat seperti apa peluang bisnisnya .

BRI pun sebelum melangkah lebih jauh akan lebih dulu memerkuat jaringannya di sana.

Penulis/Peliput: Abdul Aziz

Editor: Achmad Adhito

 

 

 

Tags: bri laba bersih\
Previous Post

UU Produk Halal Diusulkan Dievaluasi

Next Post

Bila J-Trust Ditolak, LPS Terancam Melanggar Undang-undang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR