Jakarta, businessnews.id – Pameran Indocomtech 2014 yang berlangsung 29 Oktober – 2 November telah dibuka di Jakarta Convention Center, Senayan, kemarin. Perhelatan TI terbesar selalu menjadi barometer evolusi yang terjadi didunia ICT dari ledakan data akibat populer nya PC mengisi meja disekolah, kantor, rumah, sehingga Bill Gates mengatakan “Information @ your finger tips” dan “Information is Power”.
“Pameran ini dapat menjadi barometer dari perkembangan teknologi, industry dan pasar telematika di Indonesia. Jumlah populasi PC di Indonesia sekitar 30 juta, atau kurang dari 20%, sehingga prospek penjualan PC masih sangat baik (lucrative),” ungkap Rudi Rusdiah, Ketua Umum Apkomindo, saat diwawancarai wartawan usai Seminar Big Data Revolution & PC Industry Sunset? yang digelar PT Micronics Internuas di Merak Room, Jakarta Convention Center.
Sekedar catatan, Rudi Rusdiah ditugaskan oleh founders, yang juga sebagai Dewan Pembina Asosiasi (DPA) dan majoritas anggota DPA untuk memimpin DPP Apkomindo Nasional sebagai Ketua Umum (Pjs), bersama Sekretaris Kunarto Mintakun, serta Bendahara Henky Gunawan, sambil menunggu Keputusan Pengadilan mensahkan dan melanjutkan AD/ART MunasLub 2008 oleh para pendiri dan penyelenggaraan Munaslub Apkomindo pada 2015 oleh Para Pendiri dan DPA.
Sementara itu, mengenai jumlah pengunjung, luas lahan dan peserta pameran dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tahun lalu jumlah pengunjung diatas 200,000 orang dengan peserta Indocomtech 250 perusahaan pada luas lahan sebesar 17,000 m2. Sri Vista Limbong selaku Dirut PT Amara Pameran Internasional mengaku ingin menargetkan 8 %, yakni sekitar 250 ribu pengunjung yang sebelumnya sebanyak 220-230 ribu pengunjung. Ujung-ujungnya dengan penumbuhan jumlah pengujung tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pula jumlah transaksi selama selama lima hari mencapai Rp650 miliar dimana sebelumnya itu Rp630 miliar.
Menurut Rudi yang juga CEO PT Micronics Internusa, merayakan Indocomtech 2014 ini kita memasuki pada era konvergensi kedua, Multi Media dan Social Media, dimana ledakan data ketiga semakin masif oleh berbagai aplikasi Social Media seperti Facebook, Linked, Twitter, Whatsapps, Yahoo, Youtube, Google dll.. yang menggabungkan (Text-Data, Suara)> “Ledakan data Ketiga ini membuat peta negara dunia menjadi berubah total dimana muncul institusi yang sudah setara dengan negara bahkan misalnya populasi Facebook sebesar 1.2 Miliar sudah lebih besar dari populasi negara Indonesia dan AS sekalipun. Bayangkan. India, Google, Indonesia, LinkedLn, Twitter, dst,” paparnya.
Bagaimana dengan industri PC, apakah sudah mengalami masa sunset/ surut seperti yang digambarkan oleh beberapa pakar dunia ? Ternyata tidak menurut Intel industri PC mengalami transformasi dan diversifikasi menjadi industry BackOffice/Data Center, End to End Solusi atau industry Tablet PC. Bagaimana di peta pasar di Indonesia ? Di Indonesia Penjual PC desktop memang mengalami penurunan -34% menjadi 732,000, karena diversifikasi ke penjualan PC Mobile (Notebook) sebesar 2,969,149 (-10%), PC Tablet 4,990,589 (+32%) serta PC Server(?). Penurunan ini juga disebabkan oleh konvergensi dan tekanan dari penjualan SmartPhone yang meningkat pesat sebesar 33,122, 818 (+59%). Namun apabila industry PC (Notebook, All in One, Desktop dan Tablet) seluruhnya digabungkan maka jumlahnya 8,658,463, masih meningkat ( + 6%). Jumlah populasi PC di Indonesia sekitar 30 juta, atau kurang dari 20%, sehingga prospek penjualan PC masih sangat baik (lucrative).
“Apakah revolusi dan ledakan Big Data sudah selesai ? Ternyata belum dengan adanya era IOT (Internet of Thing) yang akan dimulai pada tahun depan dan dapat kita saksikan pada pameran Indocomtech 2015,” ucapnya. Ledakan akibat IOT ini semakin masif dan meningkat eksponensial dari jumlah akses Internet oleh 3 Miliar gadget yang dioperasikan oleh Manusia menjadi 15 Miliar oleh gadget2 yang dioperasikan bukan saya oleh manusia tapi juga tanpa intervensi manusia, alias robot, atau dikenal sebagai peralatan M2M (Machine to Machine) dan terhubung langsung ke Internet.(*)