TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Amankan Rupiah, Aturan Utang Luar oleh Swasta Diterbitkan

Nurdian Akhmad
30 October 2014 | 12:43
rubrik: Ekonomi
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan peraturan terkait prinsip kehati-hatian utang luar negeri korporasi non-bank. Sebab, bila utang luar negeri korporasi non-bank mengkhawatirkan, ada ketidaksesuaian nilai tukar atau currency mismatch.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan di Jakarta hari ini (30/10/2014), dari data pihaknya, total utang luar negeri korporasi non-bank sebesar USD 48,3 miliar, ada sebanyak USD 35 miliar yang hanya ditopang oleh pendapatan dalam Rupiah. Dan hanya utang sebesar USD 13,3 miliar yang ditopang pendapatan mata uang asing.

“Sehingga, besar kemungkinan ada currency mismatch,” ucap Agus.

Karena itu, Bank Indonesia berinisiatif untuk mengatur utang luar negeri korporasi non-bank tersebut. Itu tidak dalam bentuk pembatasan jumlah utang, namun dalam tiga pilar kesehatan.

Pertama, rasio lindung nilai, minimal 20 persen antara aset valas dan utang valas yang akan jatuh tempo.

Kedua, rasio likuiditas utang luar negeri korporasi dan aset valas harus 50 persen . Selain itu, korporasi harus memiliki peringkat minimal BB, namun ini belum diterapkan untuk enam bulan pertama.

Jika korporasi yang dimaksud tidak mengindahkan maka pada posisi terakhir kuartal III 2015 akan dilayangkan surat teguran, dengan tembusan kepada kreditur yang bersangkutan di luar negeri.

BI berencana mengeluarkan peraturan itu di November 014, dan berlaku mulai 1 Januari 2015.

Penulis/Peliput: Abdul Aziz

Editor: Achmad Adhito

 

BACA JUGA:   Realisasi Proyek Infrastruktur dengan Dana SBSN Kementerian PUPR TA 2020 Capai 94,49%
Tags: utang luar negeri swasta
Previous Post

Indocomtech 2014 Bidik Transaksi Rp650 miliar

Next Post

Laba BNI Kuartal III Naik 16,4 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR