
Jakarta, businessnews.id — Bank Negara Indonesia (BNI) di kuartal III 2014 mencatatkan laba sebesar Rp 7,61 triliun atau tumbuh 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013. Laba tersebut diperoleh dari pendapatan operasional yang mencapai Rp 23,68 triliun atau tumbuh 13,0 persen. Hal itu dijelaskan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo di Jakarta hari ini (30/10/2014).
“Pendapatan operasional disumbangkan oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 16,39 triliun, sedangkan pendapatan selain bunga sebesar Rp 7,29 triliun,” dia mengatakan.
Sementara biaya operasional sebesar Rp 11,19 triliun, dan laba sebelum pajak sebesar Rp 9,59 triliun.
Dari sisi penyaluran kredit, tercatat tumbuh 14,1 persen atau sebesar Rp 267,94 triliun; dengan komposisi 75,3 persen dialokasikan untuk sektor business banking. Selanjutnya, 19,4 persen untuk sektor konsumen dan ritel.
Dalam hal ini BNI mengutamakan delapan sektor pertambangan. Itu antara lain informasi dan telekomunikasi, kimia, pertanian, makanan, ritel dan perdagangan besar, kelistrikan, serta sektor konstruksi.
“Kami akan menjadi pioner pembiayaan proyek MP3EI (Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia),“ terang dia.
Ia menambahkan, pertumbuhan kredit di atas juga ditopang oleh peningkatan dana pihak ketiga yang tumbuh 11,9 persen menjadi Rp 308,33 triliun. Maka loan to deposit ratio (LDR) di kuartal III 2014 ini sebesar 85,7 persen.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito