Jakarta, TopBusiness—Memanasnya tensi perang terbuka di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS), telah menelan banyak korban. Tak hanya dari kalangan militer, warga sipil pun demilkian.
Baru-baru ini, pesawat asal Ukraina, Ukraine International Airlines jatuh di Iran yang membawa banyak penumpang, terutama penumpang asing. Dan mayoritas penumpang dalam pesawat nahas itu adalah warga Iran dan Kanada.
Dilansir Associated Press dan CNN, pesawat jenis Boeing 737-800 itu membawa 176 orang yang terdiri atas 167 penumpang dan 9 awak pesawat saat kecelakaan terjadi. Disinyalir, jatuhnya pesawat ini karena tertembak rudal Iran.
Untuk itu, hal ini pun menjadi perhatian maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Perseroan memastikan bahwa jalur udara untuk rute penerbangan dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya. Hal ini juga menyusul adanya larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pasca ketegangan yang tengah terjadi di kawasan tersebut.
“Garuda Indonesia menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa dari yang sebelumnya melewati wilayah udara Bucharest dialihkan ke wilayah udara Mesir dan Yunani,” tutur Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M. Hutapea di Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Dengan demikian, kata dia, seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung ormal seperti biasa.
“Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut serta berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan aspek safety and security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga,” tandas Tumpal.
Sumber Foto: Kabarpenumpang

