TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bisnis Multifinance, Menggeliat di Musim Paceklik

Nurdian Akhmad
28 November 2018 | 11:58
rubrik: Business Info
WOM Finance Salurkan Pembiayaan Rp 3,9 Triliun

foto: istimewa

Dalam kurun lima tahun ini, 2014-2018,  industri pembiayaan atau multifinance di Tanah Air tumbuh moderat di kisaran 6-7% per tahun. Kendati bertumbuh, angka pertumbuhan itu dinilai para pelaku industri pembiayaan masih belum ideal dibandingkan periode sebelumnya yang rata-rata di atas dua digit.  

Kondisi itu diakui Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno dalam perbincangannya dengan jurnalis TopBusiness, pertengahan November 2018 lalu.  Sebelum tahun 2012, kata dia, pelaku industri multifinance merasakan pertumbuhan bisnis yang cukup baik, rata-rata di atas 10% per tahun.

“Konsumsi masyarakat saat itu luar biasa, sehingga bisnis juga bergerak termasuk di industri pembiayaan,” kata Suwandi yang menolak kondisi ini dikaitkan secara politik, khususnya Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sebelum Jokowi menjabat Presiden pada 2014,  kata Suwandi, kondisi makro ekonomi Indonesia sudah mulai menunjukkan penurunan yang ditandai oleh jatuhnya harga komoditas di pasar dunia. “Saat itu, harga CPO turun, demikian juga karet dan batubara di mana Indonesia menjadi salah satu produsen utama dunia,” ujarnya.

Belum lagi, menurut Suwandi, pada periode awal Jokowi  menjabat Presiden, pemerintah menelorkan beleid baru yang membatasi ekspor komoditas dalam bentuk mentah, khususnya untuk bahan tambang. Pelaku industri sektor pertambangan diwajibkan membangun fasilitas pengolahan atau smelter di dalam negeri. 

“Imbasnya tentu ke industri pertambangan sebagai salah satu klien kami. Mereka tidak bisa ekspor karena kan untuk membangun smelter butuh waktu,” ujarnya. 

Harus diakui, ekonomi Indonesia pada era 2007-2012 tumbuh di atas 6%. Ekspor komoditas menjadi primadona yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi terutama di daerah-daerah.  Setelah tahun 2012, perekonomian Indonesia hanya menggeliat di level 5%.

BACA JUGA:   Pasar Rumah Jabodetabek Naik 18% Karena Insentif Pajak

“Setelah 2012 masuk masa paceklik karena penurunan harga komoditas. Dampaknya sangat terlihat di daerah-daerah produsen komoditas seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera,” tutur dia. 

Tak hanya di komoditas, penurunan bisnis juga terlihat di industri otomotif sebagai salah satu pasar industri multifinance. Pada tahun 2011, misalnya, para pelaku industri motor Tanah Air berhasil mencatat rekor penjualan sepeda motor hingga menembus 8 juta unit. Setelah itu, angka penjualan motor merosot.

Tahun 2017 lalu, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan motor roda dua mencapai 5,8 juta unit. Tahun ini, para pelaku industri optimistis penjualan sepeda motor tumbuh menjadi 6,3 juta unit.  “Sebagian besar pembiayaan kami selama ini ke kendaraaan bermotor, khusunya roda dua,” kata Suwandi yang juga dirut PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL).

Kabar baiknya, menurut Suwandi, pembangunan infrastruktur yang cukup massif di masa pemerintahan Jokowi mampu menopang ekonomi dari kejatuhan lebih dalam.  “Kalau infrastruktur baik itu jalan tol, pelabuhan maupun bandara sudah beroperasi penuh akan mendorong ekonomi dalam negeri bergerak lebih kencang lagi,” kata Suwandi.

Satu hal yang masih menjadi tantangan di bisnis pembiayaan multifinance saat ini adalah angka pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF) yang masih lumayan tinggi. Saat ini, menurut Suwandi, rasio pembiayaan macet perusahaan multifinance masih berkisar 3– 3,2%. “Ini masih di bawah batas yang ditetapkan OJK sebesar 5%,” tuturnya.

Mengenai relaksasi aturan, menurut Suwandi, sebetulnya secara regulasi sudah bagus terutama sejak bisnis multifinance ada di bawah pengawasan OJK. “Permasalahan bisnis multifinance bukan dari sisi regulasi ataupun pemerintahnya, tapi karena sektor industri pendukungnya pertumbuhannya masih terbatas. Bisnis kami ini tergantung sektor industri yang lain,” ujar dia.

BACA JUGA:   Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Positif

Mulai Menggeliat

Secara terpisah, Direktur Utama  PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk ( Adira Finance Hafid Hadeli mengakui pertumbuhan bisnis multifinance secara industri masih terbatas dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tahun ini pertumbuhan bisnis khususnya untuk Adira Finance lumayan bagus. 

Dari target pembiayaan tumbuh sebesar 10%, realisasi sampai Oktober 2018 sudah mencapai 18%. Pada periode Januari hingga Oktober 2018, Adira Finance telah menyalurkan kredit sebesar Rp 31,4 triliun.

“Naik sekitar 18% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 26 triliun,” kata Hafidz ketika dikonfirmasi TopBusiness di satu acara. Mobil dan motor baru menyumbang sekitar 60% total pembiayaan, diikuti mobil dan motor bekas sebesar 20% serta pembiayaan multiguna 20%.

Membaiknya kinerja perseroan tahun ini, menurut Hafid, selain karena ada pertumbuhan posiitif  di sektor kendaraan roda dua dan roda empat, kinerja perusahaan juga ditopang oleh kerja organisasi yang fokus ke penjualan.

“Kami terus melakukan berbagai inovasi, baik di sektor bisnis, CSR (Corporate Social Responsibility) hingga digitalisasi pelayanan sehingga berdampak pada kinerja perusahaan,” ujar Hafid. (nurdian akhmad)

Total Aset Perusahaan Multifinance di Tanah Air

Tahun 2011-2018

Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018*
Aset (Rp triliun) 291,38   341,77  400,63                420,44  425,71   434,52 468,11 483,9

*Data OJK per Maret 2018

Tags: multifinance
Previous Post

Melantai di Bursa, Saham LUCK Diperdagangkan Naik 49,65%

Next Post

Akhir Desember, Jakarta-Surabaya Tersambung Tol

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR