TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kerjasama Strategis Pengelolaan Rumput Laut

Albarsyah
3 February 2020 | 10:37
rubrik: BUMD
Kerjasama Strategis Pengelolaan Rumput Laut

Jakarta, TopBusiness – Sebagai negara  dengan bentangan wilayah laut yang luas, Indonesia memiliki potensi kekayaan laut yang besar.  Selain ikan, komoditas rumput laut memiliki potensi ekonomi yang tidak kalah menjanjikan.

Dengan wilayah lautan dari ujung pulau Sumatera sampai dengan Papua, Indonesia memiliki daya saing komparatif tinggi karena letak geografis sebagai bagian dari segitiga karang dunia, dimana 550 jenis rumput laut dunia ada di Indonesia.

Untuk rumput laut ekonomis tinggi seperti Eucheumacottoni, Indonesia diperkirakan memiliki potensi nilai ekonomi hingga mencapai USD 10 miliar per tahun.

Dengan potensi yang ada ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan pun mentargetkan produksi rumput laut nasional tumbuh ratarata 2,92% dalam periode 2020-2024.

Sedangkan khusus tahun 2020 ditargetkan produksi rumput laut nasional mencapai 10,99 juta ton. Namun demikian, dengan potensi besar komoditas rumput laut yang ada tidak serta-merta turut meningkatkan kualitas kehidupan nelayan yang memanfaatkan komoditas ini. Harga yang fluktuatif, serta tata niaga yang ada, pada akhirnya para nelayan kurang mendapatkan manfaat yang maksimal atas komoditas yang didapat.

Sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pendapatan nelayan rumput laut pun telah dirancang oleh pemerintah. Melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), pemerintah terus melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) untuk komoditas rumput laut ini.

Resi Gudang sendiri adalah dokumen surat berharga atas komoditas yang disimpan di gudang yang terdaftar di Pusat Registrasi (Pusreg) ResiGudang. Untuk saat ini, satu –satunya Pusat Registrasi Resi Gudang adalah di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI Persero. Perusahaan BUMN plat merah ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) sebagai Pusat Registrasi yang memiliki fungsi pencatatan, penyimpanan, pemindah bukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan serta penyediaan sistem dan jaringan informasi Resi Gudang dan Derivatif Resi Gudang.

BACA JUGA:   Dihajar Pandemi, BPR Kerta Raharja Mampu Jaga Performa Bisnis

Fajar Wibhiyadi, DirekturUtamaPT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mengatakan, “Indonesia memiliki potensi besar untuk SRG, khususnya rumput laut. Dengan luas wilayah lautan yang ada, serta kapasitas hasil yang didapat nelayan per tahun, kami optimis ke depan pemanfaatan SRG untuk komoditas rumput laut ini akan meningkat. Namun, harus kita akui bahwa belum semua nelayan mengetahui akan manfaat SRG ini. Dan inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama kami para  pemangku kepentingan. Kami yakin, ke depan para nelayan akan memanfaatkan SRG ini, karena sudah jelas akan memberikan manfaat kepada mereka. Tidak hanya manfaat secara nilai komoditasnya, tapi juga manfaat dari sisi financialnya”.

Data dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menunjukkan, di tahun 2019 nilai pembiayaan SRG untuk komoditas rumput laut mencapai Rp 9,8 miliar. Untuk tahun 2017, SRG rumput laut mencapai Rp 2,9 miliar, dan Rp 11,9 miliar di tahun 2018. Dari sisi jumlah SRG yang diterbitkan, tahun 2017 sejumlah 18 SRG, tahun 2018 sejumlah 25 SRG dan 2019 mencapai 24 SRG. Diperkirakan ditahun-tahun mendatang pemanfaatan SRG rumput laut ini akan terus tumbuh.

Selanjutnya Fajar Wibhiyadi menambahkan, “Dalam upaya mendukung pertumbuhan SRG komoditas rumput laut ini, KBI menjalin kerjasama dengan PT Asia Sejahtera Mina terkait kemitraan strategis tata niaga komoditas rumput laut. Kerjasama ini merupakan langkah strategis yang kami lakukan, tentu dalam upaya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan SRG”.

PTAsia Sejahtera Mina sendiri merupakan perusahaan swasta yang salah satu kegiatan usahanya adalah bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan industri pengolahan komoditas rumput laut. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dengan PT AsiaSejahteraMina, dilakukan di Sidoarjo pada Jumat,(31/01/2020).

BACA JUGA:   Transjakarta Catat Pertumbuhan Bisnis Signifikan di 2025

Pendangatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Fajar Wibhiyadi (DirekturUtama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dengan Indra Widyadharma, Direktur PT Asia Sejahtera Mina.

Dalam kerjasama ini, KBI akan menyediakan sarana dan prasarana Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi dan Registrasi komoditas rumput laut, sedangkan PT Asia Sejahtera Mina akan menyediakan komoditas rumput laut yang dimasukan dalam skema resi gudang.

Previous Post

Rupiah Memerah Terpapar Virus Corona

Next Post

Presiden Apresiasi Cepatnya Pekerjaan YIA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR