Jakarta, TopBusiness – Setelah mendapat limpahan bisnis liquid natural gas (LNG) yang sebelumnya dijalankan oleh PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bakal semakin ekspansif untuk memasuki pasar internasional.
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Gigih Prakoso mengatakan bahwa perseroan akan mencari pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Guna mengoptimalisasi portofolio LNG untuk pasar international, perseroan melakukan inisiasi dengan penetrasi ke negara-negara yang potensial.
“Kami akan masuk ke pasar LNG Eropa pada 2020 dengan potensi permintaan 1 hingga 2 kargo,” ujar Gigih di dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (11/2/2020).
Negara lain yang dibidik PGN tahun ini adalah Jepang dengan potensi permintaan 2 kargo. Sementara itu, perseroan akan masuk ke pasar LNG di Myanmar dengan potensi perminta 0,5 mtpa atau 9 kargo per tahun yang akan di mulai pada 2021.
Selain itu, potensi permintaan datang untuk pasar LNG di Filipina dengan potensi 18 kargo per tahun dan yang terakhir adalah negara China dengan potensi permintaan 6-7 kargo per tahun.
Untuk itu, kepada Komisi VII DPR RI, Gigih mengatakan bahwa dalam rangka mendukung monetisasi lapangan gas bumi domestik serta melakukan optimalisasi portofolio LNG, pihaknya mengharapkan sejumlah dukungan.
Gigih menyebut dukungan yang diperlukan adalah berperan sebagai LNG seller representatives untuk memasarkan gas dari sumber-sumber hulu domestik dan dipercaya sebagai bidder untuk proses-proses tender spot LNG tujuan ekspor yang dijalan oleh KKKS.
Selain itu, PGN mengharapkan dapat menjalankan bisnis LNG domestik dan inisiasi internasional sebagai global LNG player.
