TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BTN Targetkan Laba Bersih Capai Rp3 T

Busthomi
17 February 2020 | 16:48
rubrik: BUMN, Business Info, Capital Market
BTN Targetkan Laba Bersih Capai Rp3 T

Jakarta, TopBusiness – Setelah melewati tahun 2019 yang cukup berat, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimistis di tahun 2020 ini sanggup meraup laba Rp3 triliun. Hal ini didukung dengan adanya berbagai bauran strategi di tahun ini.

Makanya optimisme tersebut didukung fundamental perseroan yang masih kuat serta potensi bisnis yang besar. Menurut Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury, pondasi bisnis perseroan saat ini masih kuat.

Hal tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 17,32% pada Desember 2019 atau berada di atas ambang batas sebesar 14%. Untuk rasio kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) Bank BTN juga masih kuat. LCR perseroan tercatat sebesar 136,31% di Desember 2019.

“Dan untuk melaju di 2020 ini, Bank BTN juga telah mencanangkan berbagai varian strategi. Apalagi, peluang bisnis masih terbuka lebar. Makanya, kami optimistis target laba antara Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun di 2020 akan tercapai karena didukung pondasi bisnis yang kuat dan lebih hati-hati serta potensi bisnis yang masih besar,” ujar Pahala di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Pahala menjelaskan, berbagai strategi yang menjadi fokus emiten bersandi saham BBTN ini yakni peningkatan produktivitas. Kemudian perseroan juga akan memaksimalkan berbagai platform termasuk terkait proses kredit dan infrastruktur data.

Strategi lainnya, lanjut Pahala, yaitu mengembangkan model bisnis baru untuk dana ritel dan wholesale funding. Bank BTN juga meningkatkan digitalisasi dan otomatisasi di tahun ini. “Kami juga akan memaksimalkan kemitraan untuk membangun ekosistem di sektor properti dan perumahan,” katanya.

Menurut Pahala, meski pada tahun 2020 masih dibayangi kondisi perlambatan ekonomi, tetapi peluang bisnis terbuka lebar. Berbagai potensi bisnis yang masuk dalam radar perseroan yakni berkembangnya sentra-sentra pertumbuhan baru.

BACA JUGA:   Antisipasi Pelemahan Ekonomi, BTN Siap Pacu Sektor Riil

Berbagai sentra tersebut muncul dari tren urbanisasi, peningkatan kelas menengah, pengembangan infrastruktur, hingga pemindahan Ibu Kota Negara.

Selain itu, potensi perumahan di tipe rumah berkisar Rp150 juta-Rp300 juta masih jauh dari jenuh. Kondisi tersebut, dinilai Pahala, pun menjadi tanah subur yang siap digarap. Era digital disruption yang kian menguat juga menjadi bisnis menarik bagi perseroan terutama dalam mengembangkan lini digitalnya.

Dengan varian strategi dan peluang itu, pada tahun kabisat ini, Pahala yakin BBTN mampu mencatatkan pertumbuhan kredit di level 10% secara tahunan (year-on-year/yoy). Senada dengan itu, BTN juga optimistis Dana Pihak ketiga (DPK) dibidik naik berkisar 13%-15% yoy dan aset meningkat 6%-8% yoy.

Di akhir 2019 lalu, BBTN mencatat kenaikan penyaluran kredit dan pembiayaan di level 7,36% yoy. Dengan nominal yang bisa dikucuri mencapai Rp255,82 triliun dari sebelumnya di posisi Rp238,29 triliun.

Lebih jauh dia menegaskan, dalam rangka menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 serta meningkatkan kehati-hatian di tahun ini, Bank BTN terus memacu pemupukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Pada akhir Desember 2019, CKPN BBTN berada di posisi Rp6,14 triliun atau melonjak 85,09% yoy dari Rp3,32 triliun. “Coverage ratio kami berada di level 50,01% pada Desember 2019 dan terus kami pupuk, sehingga pada Januari 2020 coverage ratio sudah mencapai 109,47%,” kata Pahala.

Dengan peningkatan signifikan pada CKPN tersebut, Bank BTN meraup laba bersih senilai Rp209 miliar pada akhir 2019 atau anjlok 92,55% dari sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun (yoy).

“Kami berfokus pada bisnis yang hati-hati dan berkelanjutan. Sehingga, kami memilih memupuk CKPN untuk membentuk pondasi bisnis yang kuat dan siap melaju di 2020,” pungkas Pahala.

Tags: btnbumn
Previous Post

BEI Hentikan Perdagangan 19 Emiten

Next Post

Pemerintah Terbitkan SBR 009 dengan Kupon 6,30%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR