Jakarta, TopBusiness – Dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan/ Corporate Social Responsibility (CSR)nya PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung), telah melakukan pendekatan Creating Shared Value (CSV).
Proses pendekatan CSV Wika Gedung dilakukan dengan menangkap isu-isu global yang menjadi trend khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. untuk kemudian dapat dilihat sebagai peluang dan resiko untuk dapat dimitigasi dalam proses bisnis perusahaan untuk kemudian dijalankan dalam bentuk program CSR yang berorientasi SDGs.
Adapun salah satu inisiatif CSR dengan pendekatan CSV yang telah dilakukan diantaranya adalah program pembangunan Co Working Space – Teras Braga. Untuk mendukung hadirnya Co Working Space pertama di kota Bandung, Wika gedung menyediakan mesin konveksi dan membangun teras braga sebagai etalase produk masyarakat setempat.
“Jadi Co Working Space di Teras Braga ini awalnya Cuma sekedar toko-toko kecil kayu jalanannua pun hanya muat satu motor. Akhirnya kita bikin Co Working Space dengan double deck dengan luas 4 sampai 5 meter dan kita bikin di atasnya ini untuk kuliner dan di bawah untuk konveksi.,”kata Head of Public Relation & CSR PT Wika Gedung Firlan saat sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2020 di Jakarta pada Rabu (19/2/2020).
Firlan menyebut pembangunan Teras Braga ini juga memberi manfaat bagi pemerintah Kota Bandung, karena hal ini sejalan dengan program kota Bandung untuk menjadikan kawasan Braga sebagai kawasan wisata Kampung Kreatif bertema sejarah dan cagar budaya serta menjadi pilot projek Co Working Space di Kota Bandung. Kawasan ini juga ditetapkan sebagai titik nol kilometer destinasi wisata sejarah oleh Pemerintah Kota Bandung.
“Selain itu pembangunan Co Working Space ini juga menciptakan shared value bagi perusahaan karena. Tak jauh dari lokasinya ada konsesi Wika Gedung yaitu Hotel de Braga yang resmi beroperasi pada 2018. Adanya Co Working Space dan Teras Braga mampu mempromosikan dan meningkatkan okupansi Hotel de Braga” ujar Firlan.
Hal ini terlihat dari Room Occupancy hotel yang termonitor. Sejak diresmikannya Co Working Space – Teras Braga ini pada September 2019, tingkat okupansi hotel de Braga terus mengalami kenaikan. Dari yang asalnya tingkat room occupancy per minggunya sebesar 66.93% di September 2019, meningkat menjad 71.49% pada bulan Oktober 2019, lalu menjadi 83.90% di bulan November dan 87.15 % di bulan Desember 2019.
“Bahkan di data terbaru yang kami dapatkan sekarang sudah mencapai 90 persen tingkat okupansinya per minggu,”papar Firlan.
Inisiatif CSR lainnya yang telah menggunakan pendekatan CSV dan menunjang keberlanjutan bisnis adalah program sertifikasi Sertifikasi Tenaga Kerja Bangunan Tinggi (TKBT) bekerjasama dengan Asosiasi Rope Access Indonesia (ARAI) pada Desember 2019 lalu.Sertifkasi TKBT dilaksanakan dengan metode teori, praktek langsung di lapangan, tes tertulis hingga evaluasi.
Firlan mengatakan pada program pelatihan dan sertifikasi ini para tenaga kerja bangunan WIKA Gedung diberi kompetensi di bidang Quality dan SHE (Safety, Health &Environment). Pelatihan dan sertifikasi ini juga diberikan sebagai upaya untuk memenuhi peryaratan kompetensi ketenagakerjaan sehingga standar mutu dan SHE perusahaan meningkat.
“Jadi ini adalah tukang-tukang kami yang merupakan tenaga proyek yang mereka rata-rata pendidikannya setingkat SMA lalu kami berikan pelatihan baik dibidang quality hingga SHE. Pelatihan ini in line dengan bisnis kami karena ini menunjang dari proses di lapangan. Setelah mereka dikasih skill-skill dan kompetensi, akhirnya mereka juga lebih konsen terhadap K3 terhadap mutu pekerjaan dan lain-lain. Hasilnya ada peningkatan pada mutu, jadi pengeluaran proyek untuk proses repair juga lebih kecil dan juga menurunkan angka Kecelakaan di proyek perusahaan,” papar Firlan.
Penulis: Abi Abduljabbar S
Fotografer: Rendy MR/TopBusiness
