TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kadin: Dampak Corona, Ekonomi RI Bisa Anjlok 0,5%

Busthomi
24 February 2020 | 16:27
rubrik: Business Info
Kadin Keluhkan Biaya Logistik yang Masih Tinggi

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P Roeslani menyebut penyebaran dampak virus corona di China yang masih tinggi bakal menggangu laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Kondisi itu tentu saja akan menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Pasalnya, kata dia, dampak tersebut bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia juga anjlok.

“Kita harus sama-sama pahami bahwa tantangan ke depan itu akan semakin besar. Salah satunya terkait isu virus corona. Baik dampak langsung maupun tak langsung akan mengganggu perekonomian kita,” tutur dia di acara diskusi ‘Omnibus Law dan Transformasi Percepatan Ekonomi’, di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Padahal, lanjut dia, di luar isu corona mestinya pertumbuhan perdagangan dunia di 2020 ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Beberapa prediksi menyebut, laju pertumbuhan perdagangan global itu bisa terkerek dari 1,9 persen ke 2,6 persen.

“Akan tetapi, justru nantinya akan terjadi perlambatan perdagangan dunia. Ekonomi China juga melambat. Padahal China menjadi mitra dagang utama kita. Dengan porsi 16 persen baru kemudian AS (Amerika Serikat),” tegas dia.

Dari kalkulasi yang ada, kata Rosan, pihak China sendiri meyakini pertumbuhan ekonominya akan turun dari 5 persen ke level 4-% hingga 5%. Hal ini, tegas dia, jelas sangat merugikan Indonesia yang akan terkena dampaknya.

Pasalnya, jika ekonomi negeri Tirai Bambu itu melorot 1 persen, maka akan berdampak ke perekonomian Indonesia yang akan menurun sekitar 0,3 persen.

“Sehingga jika China akan menurun GDP-nya ke posisi 4%-5%, kemungkinan perekonomian kita akan turun 0,3 persen hingga 0,5%,” tandas Rosan.

Untuk itu, tegasnya, dari sisi pemerintah sudah tepat ada pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ini. Untuk memperkuat posisi perusahaan dan sekaligus tenaga kerjanya. Terlebih saat ini, masih ada gap antara produktivitas dan upah kerja yang melebar.

BACA JUGA:   64 Rumah Sakit BUMN Siaga Virus Corona

“Itu berdasar survey badan internasional bukan kami (para pengusaha) yang mengatakan. Makanya pengusaha juga berharap dengan Omnibus Law ini. Karena bisa untuk meningkatkan skill dari perubahan ekonomi. Dan saya lihat antara pengusaha dan pekerja ada komunikasi yang baik. Ini trust yang dibangun,” tutup Rosan.

Tags: kadinVirus Corona
Previous Post

Jadi Negara Maju, Kadin Minta Perkuat Lobi Dagang

Next Post

Skor Kepuasan CSR Rekind, Bagus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR