Jakarta, TopBusiness—Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Gati Wibawaningsih, mengatakan bahwa pengembangan pelaku IKM (industri kecil dan menengah) menjadi salah satu langkah mendorong ekonomi kerakyatan.
“Untuk membangkitkan sektor IKM, kita perlu menciptakan pasarnya. Melalui e-Smart IKM, kita bisa mencapai tujuan tersebut, yaitu dengan berjualan secara online,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan semalam.
Program e-Smart IKM merupakan upaya memberikan edukasi dalam pemanfaatan teknologi digital. Kemenperin telah menggandeng berbagai pemangku kepentingan guna menyukseskan e-Smart IKM. Di antara itu dengan Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI), Google, Asosiasi e-Commerce Indonesia, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Di samping itu, Kemenperin berkolaborasi dengan platform e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, dan Gojek Indonesia.
“Sekarang kita juga gandeng AWS (Amazon Web Series). Jadi, tidak hanya mengajarkan proses digitalisasi, tapi produksinya mereka pun harus tahu,” tegas Gati.
Ditjen IKMA Kemenperin bertekad untuk melanjutkan program e-Smart IKM pada tahun 2020, dengan menargetkan sebanyak 4.000-6.000 pelaku IKM dari seluruh wilayah Indonesia. “Kami sudah melibatkan hingga 10.000 pelaku IKM. Jadi, minimal tahun ini bisa bertambah menjadi 14.000 peserta,” ungkapnya.
Sumber Ilustrasi E-Commerce: Istimewa
