Jakarta, TopBusiness – Kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan dan program pengembangan keberlanjutan (sustainable development goals/SDGs) dari tahun ke tahun terus meninggi. Hal ini sesuai dengan program SDGs dari Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karliansyah, dari sebanyak 430 perusahaan yang dievaluasi berdasar program corporate social responsibility (CSR) oleh KLHK sepanjang 2018 lalu, ternyata ada 8.474 kegiatan selaras dengan tujuan SDGs. Kegiatan tersebut jika dikalkulasi ke dalam rupiah setara Rp38, 9 triliun.
“Dan itu terus meningkat. Di tahun lalu saja, sumbangsih dunia usaha terhadap SDGs sudah mencapai Rp50,30 triliun atau meningkat 30,1% dibanding tahun sebelumnya,” jelas Karliansyah di acara Iconomics CSR Brand Equity Award 2020 di Jakarta, Kamis (27/2).
Pencapaian perusahaan-perusahaan tersebut, kata dia, pernah disampaikan pemerintah dalam gelaran forum UN Climate Change Conference di Polandia tahun 2018 dan keudian di Spanyol tahun 2019 lalu. “Jadi inisiatif dunia usaha ini (terhadap lingkungan) yang kami dokumentasikan. Karena kalau mereka melakuakn CSR tepat sasaran, justru mereka yang ada di sekitar itu yang akan menjaga perusahaan tersebut,” tegas dia.
Karliansyah sendiri mengakui, sejauh ini kesadaran perusaahan untuk menjaga lingkungan terus membaik. Ketimbang di era 1990-an lalu dimana ulah pencemaran lingkungan terutama pencemaran ke sungai dari perusahaan-perusahaan yang ada sangat tinggi. Namun saat ini sudah berubah. Sehingga dengan banyaknya program CSR itu justru dapat meningkatkan citra posiotif perusahaan itu sendiri.
Selaras dengan itu, founder dan CEO Icoomics, Bram S Putro menambahkan, ajang seperti ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru terhadap efektivitas sebuah kegiatan CSR. Artinya, CSR itu dilihat bukan hanya seberapa besar pendanaan dan ruang lingkup wilayah, jumlah penerima, atau kajian efektivitas fisik, tetapi juga dari sisi persepsi masyarakat umum.
“Sehingga bisa meningkatkan brand sebuah perusahaan sekaligus memperkuat positioning perusahaan di masyarakat,” ujarnya.
