
Jakarta, businessnews.id — Pasar perkantoran di Surabaya akan tumbuh pesat di tahun 2017-2018. Pertumbuhan di tahun tersebut masing-masing 56% dan 31%.
“Adapun total pasokan di 2018 diperkirakan di 0,81 juta m2,” kata Direktur Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan pers di Jakarta (13/1/2015).
Tahun 2014 yang lalu, dia menambahkan, pertumbuhan tersebut masih di 4,5%. Tahun 2015, diprediksi di 13,3%. Adapun di tahun 2016 sebesar 19,5%.
Lokasi penyebaran pengembangan ruang kantor cenderung di bagian timur, barat, dan selatan. Sedangkan di pusat Surabaya sudah penuh, kata dia.
Lebih lanjut Ferry menambahkan, kini hanya bagian utara Surabaya yang tidak menjadi area pengembangan perkantoran.
Tingkat penyerapan ruang kantor di 2010-2014, lebih besar daripada pasokannya. Tingkat hunian di waktu tersebut pun cukup bagus.
“Lantas, tantangan terbesar yang muncul di tahap berikutnya adalah meningkatnya pasokan,” kata Ferry pula.
Apartemen
Sementara, pola penyebaran apartemen di Surabaya cukup merata. 96,8% dari apartemen di sana merupakan strata tittle.
Bagian barat dan timur Surabaya, dia menambahkan, mengambil porsi 44% dari jumlah total apartemen. Bagian pusat sebesar 4% sementara bagian selatan sebesar 8%.
Sebenarnya, lokasi yang paling diincar adalah pusat kota. Tetap, lahan di sana sudah sukar. “Jadi, hal ini sama dengan yang terjadi di Jakarta,” Ferry berkata.
Sejauh ini, warga non-Surabaya banyak juga yang mengincar apartemen. Termasuk di situ adalah yang dari bagian timur Indonesia. “Pusat aktivitas mereka banyak yang di Surabaya.”
Penulis/Peliput: Dhi
Editor: Dhi