Jakarta, TopBusiness – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menilai, Indonesia mempunyai sumber energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah dan diharapkan mampu mewujudkan kemandirian energi di masa mendatang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif saat membuka Jakarta Energy Forum 2020 di The Opus Grand Ballroom Dharmawangsa, Jakarta, hari ini, berharap sumber EBT mampu mewujudkan kemandirian energi. “Kita punya sumber (energi) melimpah. Tantangan kita ini bagaimana bisa menghasilkan kecukupan energi. Selama ini kita masih mengambil dari sumber-sumber yang konvensional, batubara dan fosil. Makin ke depan, sumber ini akan menipis,” kata Arifin.
Karenanya, dirinya mengharapkan keseriusan semua pihak dalam mengembangkan potensi energi lokal yang ramah lingkungan. Pemanfaatan energi lokal diyakini mampu menciptakan kemandirian energi di masa mendatang. “Kita harapkan bahwa apabila program ini berjalan, kita bisa memotong volume impor dan biaya-biaya logistik,” jelas Arifin.
Tingginya angka impor saat ini, sambung Arifin, menyebabkan neraca perdagangan Indonesia masih defisit. Ia menggambarkan pada tahun 2018, total impor mencapai USD22 miliar lantaran tidak adanya keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan.
Lebih lanjut, Arifin menekankan melalui kebijakan engan kebijakan yang tepat, berani, dan agresif, yaitu dengan mengkonversikan BBM ke bioenergi, Indonesia berhasil menurunkan angka impornya menjadi USD19 miliar. “Angka (selisih) USD3 miliar itu signifikan perubahannya,” tambah Arifin.
Sumber: katadata.co.id
