Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia berbalik arah. Awalnya indeks Jakarta tersebut masih positif, namun justru melemah di akhir perdagangan Rabu (11/03). Tercatat, IHSG kehilangan 66,72 poin, atau setara dengan 1,28 persen ke posisi 5.154,105.
Selepas pembukaan perdagangan indeks komposit Jakarta masih positif, yaitu terangkat 5,13 poin (0,10 persen) ke level 5.225,96. Namun jelang sesi rehat siang, mulai berbalik arah 2,21 poin (0,04 persen) ke level 5.218,61. Pukul 12.00 waktu Jakarta Automatic Trading Systems, makin menjauhi zona hijau. Saat itu, terkoreksi 11,1 poin (0,21 persen) ke level 5.209,72. Setelah itu, melemah 29,68 poin (0,57 persen)ke level 5.191,15 dan 88,87 persen (1,7 persen)ke level 5.131,96 menjelang akhir perdagangan hari ini.
Beberapa bursa saham utama regional bergerak negatif, dan pemodal domestik mengikuti arah pergerakannya.Contoh, indeks nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo 451 poin ke posisi 19.416, diikuti indeks hang seng di Bursa Saham Hong Kong 160 poin ke level 25.231, dan indeks strait times di Bursa saham Singapura 43 poin ke level 2.788.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal dengan volume mencapai 6.771.617.496 unit, dan frekuensi 482.468 kali senilai Rp 6,977 triliun. Beberapa saham mengalami tekanan harga pasca-peningkatan harga, seperti, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) Rp 200 menjadi Rp 3.150 per unit, diikuti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) Rp 35 menjadi Rp 910, dan PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) Rp 18 menjadi Rp 322.
Fotographer: Rendy MR/TopBusiness.id
