
Jakarta, businessnews.id — Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy menyatakan, pengembang yang tergabung dalam REI akan banyak berkontribusi program pembangunan satu juta rumah tahun 2015.
Itu dengan meningkatkan realisasi perumahan rumah tapak sederhana (RST) 700 persen dari realisasi tahun 2014 sebesar 58.000 unit. “Asalkan Pemerintah Indonesiia memenuhi 14 syarat,” katanya di Jakarta hari ini.
Menurut dia, REI secara umum mendukung program itu dengan merencanakan pembangunan 231.128 unit RTS. Tapi Pemerintah Indonesia juga harus membantu memudahkan pengembang.
14 syarat itu, tambah dia yakni: penyelesaian RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) dan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang); permudahan pembebasan lahan; pemanfaatan lahan milik Pemerintah Daerah; subsidi uang muka; kredit kepemilikan tanah; penyediaan dana yang memadai; suku bunga maksimal 6,5%; penyederhanaan perijinan; bea pengalihan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) 1%; meringankan biaya-waktu pensertifikatan; terobosan bagi pekerja sektor informal; dukungan infrastruktur; penyediaan kelistrikan; penentuan harga jual RTS dan rumah susun sederhana hak milik (rusunami).
Di samping itu, ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat menentukan potensi pasar dengan ketersediaan data tingkat kemampuan konsumen yang berhak mendapat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Dan juga bertanggung jawab atas penyerapan pasar,” kata dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed: Dhi