Jakarta, TopBusiness—Satu dampak yang jelas tergambar dengan diberlakukannya kebijakan social distancing terkait wabah covid-19, adalah perlambatan ekonomi karena kegiatan interaksi antarmanusia yang menjadi dasar kegiatan ekonomi, akan berkurang. Apakah teknologi bisa mengatasi hal tersebut? Jawabannya bisa.
Hal tersebut dikatakan oleh CEO Akseleran, Ivan Nikholas Tambunan, dalam pesan tertulis, semalam.
“Online meeting, video call, dan conference call dapat menggantikan hal tersebut, tinggal masalah secepat apa kita bisa beradaptasi dengan semua technologi tersebut. Teknologi yang selama ini kita gunakan untuk berinteraksi sosial, saat ini perlu kita adopsi untuk kegiatan ekonomi kita,” kata dia.
Bagaimana dengan bisnis Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending sendiri? Sejak awal, bisnis P2P Lending sudah mengadopsi teknologi sebagai pilar utama bisnis dan membatasi interaksi manusia selayaknya kegiatan ekonomi non-digital atau metode pembiayaan tradisional.
“Jadi secara model bisnis, perlambatan ekonomi saat ini memiliki dampak negatif yg lebih lunak terhadap bisnis P2P Lending, dibandingkan dengan bisnis tradisional/non digital lainnya dan tentu saja diharapkan lebih cepat pulih saat nanti keadaan kembali normal.”
Belajar dari krisis ekonomi Asia 1998 dan krisis ekonomi Global 2008, kunci kekuatan suatu perusahaan melewati krisis ekonomi adalah manajemen yang solid, berkomitmen dan bisa beradaptasi menyesuaikan produk dan strategi perusahaan dengan perubahan keadaan. Hal ini juga sejalan visi Akseleran dalam memastikan keamanan pemberian pinjaman di di Akseleran. Sejumlah hal telah dilakukan sehubungan dengan itu.
Yakni pertama, penilaian pemilihan calon peminjam yang ketat menggunakan credit scoring yang andal.
“Kedua, Akseleran pun melakukan
monitoring portfolio pinjaman yang berkelanjutan,” ucap Ivan.
Ketiga, proteksi asuransi.
Adanya proteksi asuransi kredit memberi kepastian lebih untuk memastikan pemberian pinjaman tetap terjaga.
Keempat, permodalan yang sehat. “Akseleran memiliki permodalan yang sehat. Holding company kami mendapat tambahan modal USD 8,5 juta dari investor serta lembaga keuangan terkemuka lokal atau juga internasional,” kata dia.
Ilustrasi: Istimewa

