Jakarta, TopBusiness – Center of Reform on Economics (CORE) memprediksikan ekonomi Indonesia tahun 2020 ini secara kumulatif tumbuh di kisaran -2 persen hingga 2 persen. Angka ini sudah memperhitungkan jika pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih ketat yakni lockdown untuk menekan penularan wabah virus corona atau Covid-19 ini.
Menurut prediksi CORE, sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah China maka puncak tekanan ekonomi diperkirakan akan terjadi pada kuartal kedua. Setelah itu akan masuk masa pemulihan.
“Namun kondisi yang lebih buruk dapat terjadi jika penyebaran Covid-19 di Indonesia berlangsung lebih dari dua kuartal dan negara-negara yang menjadi mitra utama ekspor Indonesia juga mengalami hal serupa,” ujar keterangan resmi CORE yang dikutip, Senin (30/3/2020).
Dalam kondisi tersebut, tekanan permintaan domestik dan global akan lebih lama, sehingga sangat kecil peluang ekonomi akan tumbuh positif. Adapun selain melemahkan pertumbuhan ekonomi, pandemi ini juga berpotensi mendorong peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Hal ini sangat dimungkinkan mengingat jumlah penduduk di sekitar garis kemiskinan yang masih sangat tinggi, meskipun persentase penduduk di bawah garis kemiskinan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir,” kata pernyataan tersebut.
Sekadar informasi, penduduk golongan rentan miskin dan hampir miskin di Indonesia mencapai 66,7 juta orang per Maret 2019. Angka itu hampir tiga kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan atau golongan miskin dan sangat miskin.
