TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPR Bank Daerah Karanganyar Konsisten “Perangi” Rentenir

Editor
30 March 2020 | 15:08
rubrik: BUMD
BPR Bank Daerah Karanganyar Konsisten “Perangi” Rentenir

Jakarta, TopBusiness – Berawal dari Bank Pasar (1984) yang kini berubah menjadi PD BPR Bank Daerah Karanganyar, bank yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Karanganyar ini sesuai misi utamanya, hingga kini tetap kosisten memberantas praktik lintah darat atau rentenir yang merugikan masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar. Selain itu, bank yang kini dikendalikan Direktur Utama Haryono ini, juga terus berupaya keras untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan, melalui penghimpunan dana serta pembiayaan untuk membantu usaha masyarakat.

Tak dapat dipungkiri sejak dulu, praktik lintah darat alias rentenir di pasar-pasar tradisional telah banyak terjadi di pasar-pasar tradisional di Tanah Air. Mereka menawarkan kemudahan pinjaman uang atau dana usaha secara cepat dan mudah dengan mendatangi para pedagang pasar. Namun dibalik itu, mereka juga mengenakan bunga pinjaman yang mencekit (tinggi), sehingga kerap menjerat pedagang pasar. Praktik inilah yang sejak awal hingga kini, terus “diperangi” oleh PD BPR Bank Daerah Karanganyar melalui strategi jemput bola serta kemudahan, bahkan juga daya tarik hadiah.

“Sesuai misi utama yang kami emban, menjadi pemberantas praktik lintah darat yang berada di Kabupaten Karanganyar terutama di pasar -pasar, tetap kami pertahankan. Selain itu, untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, kami juga terus berupaya keras meningkatkan fungi intermedisi melalui berbagai kemudahan bahkan juga daya tarik melalui undian berhadiah bagi para nasabah. Untuk kemudahan, di antaranya kami memiliki strategi ATM (angkat telpon moro). Artinya nasabah cukup angkat telpon, tim kami yang akan mendatangi mereka untuk memberi solusi perbankan,” ungkap Direktur Utama PD. BPR Bank Daerah Karanganyar, Haryono dalam sesi “Presentasi dan Pendalaman dalam Event Penjurian TOP BUMD Awards 2020 yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta, melalui Zoom, Jumat (27/3/2020), yang dipandu moderator M Lutfi Handayani selaku ketua penyelenggara TOP BUMD 2020 sekaligus Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah TopBusiness.

Menurutnya, upaya pemberantasan renternir dilakukan dengan menurunkan petugas bank untuk pro aktif mendatangi para pedagang di pasar-pasar tradisional. Dalam hal ini, juga disediakan pembiayaan berupa kredit tanpa agunan dengan bunga ringan yaitu 0,5 % dengan plafon maks hingga Rp 2 juta. “Selain memberikan kemudahan, dengan mendatangi langsung pedagang pasar, kami ingin kredit untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) bisa tepat, artinya orang yang diberi kredit adalah betul-betul UKM untuk membantu usahanya. Sehinga usaha mereka bisa makin berkembang yang pada akhirnya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Karanganyar ini,” ujarnya kepada dewan juri yang terdiri Prof DR Satya Arinanto dari Institut Otonomi Daerah, Dwinda Ruslan dari Yayasan Pakem, Ermon Idrus dari Lembaga Kajian Nawacita (LKN), M Lutfi Handayani, Melani K Harriman, Sri Nitiswati, serta Kusuma Prabandari.

BACA JUGA:   Grebeg Pasar, Jurus BPRS Sukowati Perangi Rentenir

Dalam presentasi berjudul “RAHASIA SUKSES PENGELOLAAN BUMD -Kunci Keberhasilan Kinerja PD. BPR Bank Daerah Karanganyar”, Haryono mengatakan untuk meningkatkan daya saing, sejak awal dipercaya menjadi Dirut bank ini pada 9 Juli tahun lalu, dia langsung melakukan inovasi dengan sejumlah program dengan tujuan utama menurunkan tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang saat itu cukup tinggi di atas 5%. Langkah pertama yang diambil yakni membenahi sistem manajemen, SDM dengan menempatkan dan meningkatkan kemampuan mereka, agar memiliki kompetensi untuk bisa semakin membuat bank ini maju.

”Dengan pengalaman saya puluhan tahun di bidang lembaga keuangan, saya ingin menjadi pemimpin yang menjadi jalan kesuksesan bagi anak buah. Sebab kesuksesan pemimpin, juga diukur dari banyaknya anak buahnya yang sukses, bukan pemimpin itu sukses sendiri,” kilahnya.

Upaya membenahi dan menurunkan NPL selain dilakukan dengan proaktif ke lapangan, kjuga dilakukan program pembinaan usaha bagi para nasabah. Meski demikian, ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penyeluran kredit sesuai prinsip usaha bank. ”Saya pernah berpengalaman di bank dan juga lembaga permodalan menangani NPL tinggi hingga berhasil menurunkan menjadi 0 persen. Nah ini yang juga menjadi obsesi saya untuk diwujudkan di Bank Daerah Karanganyar ini. Hasilnya mulai terlihat, NPL Net tahun 2018 sebesar 4,68 %, tahun 2019 turun menjadi 3,25 %. Targetnya beberapa waktu ke depan bisa 0 %. Saya optimistis, makanya tim kami banyak turun ke lapangan,” ujar Haryono yang pernah menjadi Kepala Divisi Pembinaan PNM se-Indonesia sebelum berlabuh di Bank Haerah Karanganyar ini.

Ditambahkan, untuk menigkatkan daya saing, Bank Daerah Karanganyar setiap tahun juga terus diupayakan adanya penambah modal disetor. Dari modal dasar Rp 30 miliar, dengan modal disetor Rp 28,750 miliar, saat ini dalam proses perubahan PT dengan modal dasar Rp 100 miliar, dan rencana modal disetor menjadi Rp 39,250 miliar di tahun 2020.
Dengan menurunnya NPL, kinerja bank juga makin membaik. Di antaranya keberhasilan meningkatan usaha dan laba perusahaan. Tahun 2020 Bank Daerah Karaganyar mentargetkan Setoran bagi PAD di atas kinerja tahun 2019 sebesar R. 3,7 miliar, melebihi target yang diberikan sebesar Rp 3,5 miliar. Disamping itu, Bank ini juga makinaktif mendukung dalam seluruh kegiatan Pemerintah daerah maupun kegiatan DPRD. Di antaranya mendukung dalam pameran – pameran UMKM, kegiatan sponsor olahraga, kesenian dan kegiatan budaya kemasyarakatan, serta sebagai sponsor HUT RI di setiap kecamatan bahkan sampai dengan kelurahan.

BACA JUGA:   Target Terlewati, Kinerja Bank NTB Syariah Melesat

Dalam kesempatan itu, juga dipaparkan kunci keberhasilan kinerja PD. BPR Bank Daerah Karanganyar dengan enam terobosan dan Inovasi sebagai berikut:

  1. Adanya Komitmen tinggi dari Pemilik dalam hal ini Bupati Karanganyar bersama DPRD untuk mengembangkan PD BPR Bank Daerah Karanganyar dengan setiap tahun menambah modal disetor dan memberikan Dewan Pengawas yang ahli dibidangnya, serta memilih Direksi yang Profesional dan independen.
  2. Adanya CHANGE MANAJEMEN dengan membumikan Tata kelola Perusahaan yang baik (Penerapan Good Corporate Governance) dan Perubahan Budaya Kerja dengan menerapkan Reward & punishment.
  3. Meningkatkan Kompetensi SDM yang berkualitas dengan mengikutkan beberapa Pelatihan dan Sertifikasi 21 Karyawan lulus Certif Direksi (DIR1) dan 2 karyawan memiliki certif DIR2.
  4. Strategi dalam penghimpunan dana yang murah dengan mengembangkan Produk Simpanan Pelajar dengan jumlah siswa penabung 37 ribu terdiri 80 sekolah baik tingkat SD, SMP, dan SMA serta Peningkatan Program Tabungan SEMBADA berhadiah 2 mobil, Sepeda Motor dll.
  5. Strategi dalam peningkatan Penyaluran Kredit dengan memiliki UNIQNESS disamping memberikan Pinjaman permodalan juga diberikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha UMKM (Pendampingan JASA MANAJEMEN) secara gratis.
  6. Telah memiliki 18 Kantor Kas Layanan disetiap kecamatan dan 1 Kantor Cabang dengan sistem jemput bola dan Getok tular, maupun Promosi tabungan berhadiah dengan unggulan bahwa Karyawan Bank daerah dikenal ATM (angkat Telepon Moro).

Penulis: Ahmad Churi

Tags: BPR KaranganyarTop BUMD 2020
Previous Post

Sinergi Kebijakan, Kunci Ekonomi RI Hadapi Covid

Next Post

Belanja Bahan Pokok di Bulog Kini Bisa Online

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR