Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada penutupan perdagangan Senin (30/03) awal pekan di PT Bursa Efek Indoensia minus 131,07 poin, atau setara dengan 2,88 persen ke posisi 4.414,5, menyusul khawatir dengan penyebaran virus corona.
Beberapa sektor pembentuk IHSG terlihat tertekan, yang dimotori oleh aneka industri dasar 5,47 persen, diikuti industri dasar 4,79 persen, serta manufaktur 4,35 persen, dan konsumer 3,86 persen.
Di pasar reguler perdagangan berlangsung normal dengan volume mencapai 5.066.686.965 unit saham dengan frekuensi 325.179 kali senilai Rp 5,571 triliun. Sejumlah saham mengalami tekanan harga, seperti, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) Rp 475 per unit menjadi Rp 6.900, diikuti PT Astra International Tbk (ASII) Rp 280 menjadi Rp 3.800, dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) Rp 200 menjadi Rp 2.700.
Tampak jelas pelaku pasar masih mengkhawatirkan kondisi penyebaran virus covid-19 yang semakin masif. Akhirnya mereka melepas saham guna merealisasikan keuntungan.
Foto: Rendy MR
