Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat BKK Purbalingga (Perseroda) semakin memanjakan para nasabahnya dengan menghadirkan aplikasi berbasis android dalam melakukan transaksi perbankan.
Saat berbicara dalam sesi wawancara pendalaman pada event penjurian TOP BUMD Awards 2020, yang berlangsung melalui aplikasi join zoom meeting, Selasa (07/04/2020), Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Purbalingga, Supriyono, menyinggung soal teknologi digital dalam rangka menciptakan kemudahan dan kenyamanan bagi para nasabah. “Kebetulan baru saja hampir setengah bulan lalu, kami membuat kebijakan terkait dengan layanan melalui TI (teknologi informasi),” ujarnya.
Dalam penilaiannya, dengan aplikasi yang berbasis android tersebut akan membantu para nasabah dalam hal bertransaksi di era digital seperti saat ini. Sebab, tak perlu memakan waktu lama dan bisa diterapkan tanpa harus mendatangkan kantor bank.
“Sehingga produk-produk yang ada di BPR BKK Purbalingga (terkoneksi), kemudian (nasabah) pada saat mengajukan kredit, aplikasinya dapat dikirim melalui WA, email atau web. Termasuk di dalamnya apabila ada penabung. Aplikasi (pengisian form) bisa dibuat dirumah. Ini untuk memudahkan,” jelasnya.
Dikatakan dia, aplikasi tersebut juga sebagai informasi pada masyarakat apabila yang bersangkutan tidak bisa ke kantor bank dalam hal penyetoran tabungan atau kredit, maka dengan aplikasi ini nanti ada tindak lanjut dari karyawan kepada debitur atau kreditur. “Alhamdulillah belum ada setengah bulan,” ujarnya lagi.
Lantas dirinya pun mengakui, manajemen akan mempublikasikan program aplikasi dengan sistem teknologi informasi tersebut kepada pemegang saham. “Ini akan kami paparkan nanti di kabupaten, karena permintaan dari pemegang saham melalui Dinas Kominfo,” katanya.
Menurutnya, tak ada permasalahan yang cukup berarti dengan implementasi teknologi informasi ini walau sejumlah karyawan bukan merupakan kaum milenial. Pasalnya, sebagian sudah dapat mengerti dan memahami era digitalisasi seperti saat ini. “Program ini udah mensosialisasi dan mengedukasi untuk teman-teman yang usianya diatas 40 tahun dan sebagaian besar bisa menerima dan tahu,” ungkap dia.
Perseroan memiliki jumlah karyawan sebanyak 156 orang, dengan komposisi usia di atas 40 tahun lebih sekitar 60 persen. Sementara sisanya, di bawah 40 tahun. Tim TI sendiri berjumlah 4 orang dan mengembangkan sistem secara mandiri.
Sumber daya manusia hingga 80 persen berbasis sarjana dengan beragam lulusan dari sejumlah perguruan tinggi, dan sebanyak 4-5 persen dari total karyawan berasal dari luar Kabupaten Purbalingga.
Saham PT BPR BKK Purbalingga (Perseroda) dimiliki oleh Pemprov Jawa Tengah sebanyak 51 persen dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga 49 persen.

Sangat bagus..tapi saya yg pinjem uang UMKM yg terdampak covid19 ini…karena jualannya di kantin SMA negeri…santan belom bisa membayar angsuran kredit saya..mohon petunjuk.. sedangkan saya sekarang posisi diluar kota saat ini.
Mohon info.. matursuwun BKK BPR manajemen
Apa iya…kok beda dengan aslinya ya….
Katanya karena peraturannya berubah…
Kalo tiap tahun peraturan berubah dan tidak sesuai dengan perjanjian pertama otomatis nasabah sangat kecewa…